Lereng Muria – Berbagai macam senjata dimiliki oleh manusia dalam rangka untuk mempertahankan diri dari gangguan maupun kepentingan politis. Senjata tersebut dapat digunakan untuk menghadapi lawan dari jarak dekat dan jauh.
Salah satu senjata yang digunakan untuk jarak dekat adalah sabel. Sabel lebih dikenal dengan nama pedang yang memiliki salah satu sisinya ditajamkan. Selain itu, sabel disebut juga pedang pora. Bahkan di beberapa daerah dikenal dengan nama berang.
Senjata sabel ini berasal dari Eropa, lebih tepatnya Hungaria pada abad ke 10. Pedang ini memiliki panjang bervariasi, maksimal 1,2 meter. Pedang sabel ini di bagian gagangnya disertai besi untuk melindungi tangan pemegangnya.
Selain untuk senjata dalam peperangan, sabel juga biasa dipakai untuk acara seremonial militer dan Kraton Yogyakarta maupun Surakarta.
Di dunia bela diri, sabel jarang digunakan sebagai senjata sekaligus benda seni. Sabel sering digunakan untuk pentas seni dalam bentuk sambung ganda bersenjata pedang/sabel.
Salah satu perguruan bela diri pencak silat yang sering menggunakannya untuk acara pentas adalah Pencak Silat Singapore Kesit Madu dari Margoyoso Kabupaten Pati Jawa Tengah. Beberapa praktisi Pencak Jawa atau Pencak Pencik/Gong Cik yang berkembang di Pati Utara juga sering menggunakannya untuk keperluan pentas hiburan rakyat maupun acara hajatan masyarakat.
Wartawan:ek
Editor:and




