Lereng muria – Pada hari Sabtu (20/12/2025) latihan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate atau SH Terate di SMPN 1 Gembong tidak seperti biasanya. Pada sore itu, Qiken Dwi Tata Olifia yang juga alumni SMPN 1 Gembong tersebut ikut hadir dalam latihan rutin setiap hari Sabtu sore.
Untuk diketahui, Qiken adalah salah satu atlet pencak silat Kabupaten Pati yang mampu berprestasi di tingkat internasional. Prestasi terakhir yang diukir Qiken untuk Indonesia adalah meraih medali emas Asean School Games (ASG) 2025 di Brunei Darussalam.
Kehadiran Qiken di sekolah yang berada di kaki Gunung Muria tersebut disambut hangat oleh adik-adik kelasnya yang ikut latihan pencak silat. Sambutan yang ramah juga ditunjukkan oleh pelatih di SMPN 1 Gembong, diantaranya Eko Wahono, Kak Vanessa, Kak Kheysa dan Kak Teguh.
Untuk membekali siswa-siswa SH Terate yang berlatih, Qiken didaulat memimpin peregangan dan teknik dasaran yang sering dilakukannya di pelatnas yunior dan PPLP Jawa Tengah.
Tidak lupa, Qiken juga menceritakan pengalamannya selama bertanding di India, Bahrain dan Brunei Darussalam. Qiken juga bercerita tentang ketangguhan pesilat dari Thailand, Vietnam, Malaysia, Uzbekistan dan Kazakstan.
Ketika ditanya tentang pesilat mana yang memiliki teknik dan stamina bagus, tanpa ragu-ragu Qiken menyebut atlet dari Malaysia, Vietnam dan Uzbekistan.
Setelah itu Qiken membimbing adik-adiknya berbagai teknik andalan yang sering dia pakai selama pertandingan di luar negeri. “Teknik andalan saya selama ini menggunakan sabit kiri, sabit kanan dan angkatan kaki kiri dilanjutkan tendangan kaki kanan. Dan teknik-teknik tersebut efektif untuk menundukkan lawan-lawan saya,”tutur Qiken.
Kehadiran Qiken tersebut mendapat apresiasi oleh pelatih SMPN 1 Gembong Eko Wahono. “Terima kasih atas kehadiran Kak Qiken dan penularan ilmunya kepada para siswa. Ini merupakan wujud silaturahmi yang positif dengan harapan Kak Qiken tidak melupakan SMPN 1 Gembong dan tetap menjalin keakraban dengan pelatih dan siswanya,”tutur Eko Wahono yang melatih di sekolah tersebut sejak 2012 ini.
Selain berbagi teknik andalannya, Qiken juga memperagakan 11 teknik jatuhan (tangkapan) yang dikuasainya. Qiken berpasangan dengan Kak Vanessa dan Kak Kheysa. Para siswa pun memperhatikan dengan seksama.
Acara diakhiri dengan foto bersama sebagai wujud rasa persaudaraan dan kebersamaan.

Wartawan:ek
Editor:amt




