Lereng Muria – Indonesia termasuk negara agraris yang memiliki lahan pertanian luas sebagai penghasil padi. Hasil panen tergantung dari upaya menjaga agar padi tidak terserang hama. Salah satu hama padi yang cukup memusingkan petani adalah burung emprit dan sejenisnya. Untuk mengusirnya diperlukan berbagai usaha, diantaranya adalah memedi sawah.
Dikutip dari detik.com, memedi sawah atau orang-orangan sawah ada yang menyebut weden sawah jamak digunakan petani untuk mengusir hama burung. Kini, seiring berkembangnya teknologi pertanian dan menyusutnya lahan, memedi sawah mulai jarang dijumpai.
Dilansir dari bernas.id, pada umumnya, dalam masyarakat Jawa, petani memanfaatkan patung memedi sawah untuk menjaga tanaman, khususnya padi dari serangan hama perusak seperti burung emprit, manyar dan sejenisnya. Harapannya, tanaman padi akan tetap aman dari hama perusak meski tidak dijaga langsung oleh para petani.
Seiring berkembangnya zaman, kebiasaan memasang patung memedi sawah di lahan pertanian dikemas dalam sebuah festival sehingga banyak memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dikutip dari detik.com, zaman dahulu, memedi sawah atau orang-orangan sawah jamak digunakan petani untuk mengusir hama burung memedi sawah kini menjadi produk seni yang berupa imitasi dari bentuk manusia. Dengan berbagai modifikasi yang menurutnya menjadi ungkapan ekspresi.
Dilansir dari kumparan.com, berikut ini merupakan beberapa langkah cara membuat orang-orangan sawah untuk melindungi tanaman. Caranya adalah 1.persiapan bahan, 2.membuat kerangka utama, 3.membuat kepala, 4.pemasangan pakaian dan aksesoris, 5.penempatan orang orangan sawah di sawah.
Dari laman britannica.com juga ikut menambahkan bahwa memedi sawah dibuat dari jerami atau diisi dengan jerami kering. Bagian-bagian yang menggantung bebas, seringkali memantulkan cahaya, dan dapat digerakkan oleh angin, biasanya dipasang untuk meningkatkan efektivitas dalam rangka mengusir hama burung.
Kontributor: Sang Duta
Editor:and




