Lereng muria – Pada hari Sabtu-Minggu (2-3/5/2026) akan digelar Popda Kabupaten Pati di GOR Pesantenan Puri untuk cabang pencak silat. Di even bergengsi tersebut, sekitar 500 pasilat mengikutinya yang mulai dari kategori usia dini (SD/MI), pra remaja (SMP/MTs) dan remaja (SMA/SMK/MA). Popda kali ini mempertandingkan nomor laga dan seni tunggal. Para atlet tersebut mewakili sekolah masing-masing.
Even berjenjang tersebut menjadi pertaruhan harga diri, kehormatan dan adu gengsi antar sekolah yang memiliki ekstrakurikuler atau pun atlet pencak silat. Berbagai persiapan teknik, fisik dan strategi sudah dipelajari serta dipraktikkan pada saat latihan. Peluh keringat mengucur seiring dengan semangat yang membara di dada para atlet muda Kabupaten Pati.
Salah satunya yang mempersiapkan cukup matang adalah SMAN 3 Pati. Sekolah tersebut menurunkan 12 atlet yang terdiri dari 5 atlet putri dan 8 putra. Atlet tersebut akan tampil di nomor laga dan seni. Persiapan pun sudah dilakukan dengan program yang terukur. Latihan rutin pun digelar di Auditorium SMAN 3 Pati dan Sentra Margo Laras Sukoharjo Pati. Setiap kali latihan didampingi oleh pelatih Wisnu Tri Pamungkas dan Ahmad Fauzi.
Pesilat SMAN 3 Pati ini juga diperkuat atlet KKO SMAN 3 Pati. Ada salah satu yang sudah berprestasi tingkat Jawa Tengah yaitu Septyana Cahya Ningrum yang akan turun di kelas D putri. Septyana ini pernah menjadi juara 1 Popda Jawa Tengah (meraih medali emas) tahun 2025 yang lalu.
Disinggung mengenai persaingan antar sekolah, pelatih Ahmad Fauzi menuturkan bahwa antar sekolah persaingannya sangat ketat. “Persaingan antar sekolah sangat ketat, mereka juga memiliki atlet yang bagus dan juga melakukan persiapan yang matang. Tetapi kami juga sudah berlatih rutin setiap harinya dan sudah siap bertanding Popda demi harga diri atlet SMAN 3 Pati,”tutur Ahmad Fauzi.
“Popda kali ini merupakan pertaruhan harga diri bagi atlet SMAN 3 Pati. Karena kami diperkuat anak-anak KKO dan sekolah yang lain juga atletnya bagus-bagus. Tahun lalu kami juara umum dengan raihan 7 emas, semoga dapat dipertahankan oleh anak-anak,”tutur Ahmad Fauzi kepada Lerengmuria.com pada saat latihan di Sentra Margo Laras Sukoharjo Pati pada hari Senin (27/4/2026) yang lalu.
Persaingan antar sekolah memang tergolong panas. Kekuatan antar atlet merata dan berimbang. Di sinilah harga diri dan gengsi dipertaruhkan di gelanggang pencak silat Popda Kabupaten Pati 2026. Siapa yang unggul itulah yang terhebat.
Wartawan:ek
Editor:amt




