Lereng muria – Ketika bulan Ramadhan, saat berbuka puasa merupakan waktu yang paling dinantikan. Begitu terdengar adzan Maghrib, buka puasa langsung dapat dimulai tanpa komando.
Ada beberapa keluarga yang berbuka di luar rumah. Keluarga itu dapat mengunjungi rumah makan, warung ataupun restoran yang diinginkan.
Meskipun demikian ada keluarga yang menikmati buka puasa di rumah saja. Kemungkinan di rumah lebih santai dan tanpa gangguan keberadaan orang lain. Dan tentu saja ada hubungannya dengan pembiayaan. Ketika berbuka di rumah, kita dapat menentukan menu favorit sesuai anggota keluarga. Maka tidak heran akan muncul kuliner rumahan yang khas dan tidak dapat ditemui di rumah makan pada umumnya.
Salah satu kuliner khas rumahan adalah sambal gambas. Sesuai namanya, sambal ini didominasi oleh buah gambas yang berbentuk silinder panjang memiliki 10 rusuk tajam, berwarna hijau tua dan daging buah berwarna putih. Gambas muda ini dapat dijumpai di pasar tradisional. Sambal gambas ini berbahan dari gambas yang dipotong-potong, santan, garam, cabai, brambang, bawang, trasi, kencur dan penyedap rasa secukupnya.
Semakin banyak kencurnya semakin terasa nikmat, apalagi cabai yang digunakan cabai merah. Semakin memancing untuk segera dinikmati. Apabila digunakan untuk berbuka puasa akan sangat nikmat dan menyegarkan. Gambas muda yang direbus dicampur dengan sambal sangat lezat karena dikombinasikan dengan santan dan bumbu kencur. Rasanya tiada dua. Tanpa terasa nasi hangat di piring tanpa tersisa.
Akan semakin lengkap lagi apabila dikombinasikan dengan aneka gorengan seperti wader, cetol, tempe, mendoan dan lain sebagainya. Tak terkecuali, krupuk akan menambah lezatnya buka puasa.

Sambal gambas ini lebih praktis ekonomis karena tanpa menggunakan sayur karena kuah santan sudah mencukupinya. Dan kuah santan tersebut sebagai pengganti sayur.
Silakan mencoba lezatnya berbuka rumahan dengan menu sambal gambas. Dijamin ingin nambah lagi alias ketagihan.
Wartawan:ek
Editor:amt




