Lereng Muria – Tradisi sedekah bumi sedang ramai dibahas di masyarakat Jawa. Tradisi tahunan ini memang memiliki daya tarik tersendiri di kalangan masyarakat penggemar seni budaya, terkhusus kethoprak dan tayub.
Di Desa Temurejo, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah mengadakan acara sedekah bumi pada hari Kamis (30/4/2026) yang lalu. Pada kegiatan sedekah bumi tersebut dimeriahkan Sandiwara Kethoprak Wahyu Budoyo pimpinan M. Jamil Susanto dari Desa Gundi, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Pentas kethoprak yang didukung oleh Karawitan Seno Laras ini mengambil cerita Wahyu Katentreman: Panji Asmoro Bangun Jumeneng Ratu.
Menurut Kepala Desa (Kades) Temurejo Maksum, tujuan dari sedekah bumi tersebut sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan berharap agar warga diberikan ketentraman, kerukunan, gemah ripah loh jinawi dan subur makmur.
Ketika Kades Maksum berpidato di atas pentas panggung kethoprak Wahyu Budoyo, beberapa warga mendekat dan mendapatkan uang saku atau sangu dari pemimpin desa tersebut.
Setelah itu dilanjutkan uyon-uyon tayub yang menghadirkan dua ledhek atau penari. Kades dan beserta perangkat desa menari tayub diiringi Karawitan Seno Laras. Ada tiga gendhing yang ditampilkan kengiringi uyon-uyon tayub yaitu Kijing Miring, Suwe Ora Jamu dan Bojo Loro.
Para perangkat desa begitu luwesnya dan tidak canggung mengikuti irama dengan memakai selendang atau sampur pada saat menari tayub. Gerakan tubuh sesuai dengan irama yang ditabuh oleh Karawitan Seno Laras. Hal ini menunjukkan bahwa kesenian tayub menjadi hal yang biasa di kehidupan masyarakat Desa Temurejo Grobogan, dan menjadi hiburan alternatif baginya.
Setelah uyon-uyon tayub dilanjutkan hiburan kethoprak semalam suntuk. Kethoprak yang sudah terkenal di Kabupaten Grobogan tersebut dilengkapi pencahayaan, sound sistem dan dekorasi yang memukau. Didukung pula seniman terkenal dari Grobogan, yaitu Yanti Sonia dan Tata Regita yang menjadi emban. Repat atau dagelan diperagakan Ketel dan Gowang.
Dari tradisi sedekah bumi ini masyarakat dapat terhibur dan mempertahankan keberadaan seni budaya tradisional kethoprak dan tayub.
Wartawan:ek
Editor:and




