Lereng muria – Takbir menggema, menandai bulan Ramadhan segera berakhir dan Hari Raya Idul Fitri segera hadir. Masjid dan mushola juga sibuk mempersiapkan diri untuk kegiatan takbiran dan sholat Idul Fitri. Agar terlihat lebih meriah dan syiarnya agama Islam, masjid dan mushola mengadakan tradisi takbir keliling. Namun tidak semua masjid atau mushola mengadakan takbir keliling, cukup dengan melantunkan kalimat takbir di masjid mulai dari setelah sholat Maghrib sampai menjelang sholat Subuh.
Masjid Baitul Huda Dukuh Triwil Desa Sinoman Kecamatan Pati Kabupaten Pati adalah salah satu masjid yang tidak mengadakan takbir keliling. Pada hari Jumat (20/3/2026) masjid tersebut mengadakan takbir di lingkungannya. Kegiatan takbiran diikuti sekitar 30 peserta yang didominasi oleh remaja.
Menurut penuturan aktifis masjid Nur Khansa Indrani (17 tahun) bahwa manfaat dari takbiran di masjid adalah untuk menjalin kebersamaan, mempererat tali silaturahmi dan dapat bertemu dengan teman-temannya. “Takbiran di masjid ini dapat menjalin kebersamaan, mempererat tali silaturahmi dan dapat bertemu dengan teman-teman se desa yang jarang bertemu karena kesibukan masing-masing,”tutur Nur Khansa.
“Momen takbiran ini membuat suasana terasa menyenangkan dan memberikan kenangan tersendiri ketika menyambut Hari Raya Idul Fitri,”imbuh Nur Khansa yang mengikuti takbiran dari pukul 20.00-02.30 WIB.
Kuliner berupa jajan pasar, aneka buah, aneka jajan kering, nasi rames dan aneka minuman juga disiapkan untuk menambah meriahnya suasana takbiran di Masjid Baitul Huda Desa Sinoman.
Takbiran di mushola juga dilakukan oleh Faza Hidayahya Ni’amah (17 tahun) warga Desa Ngurensiti Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati. Dengan dilengkapi hidangan nasi gandul, kolak pisang, es teh dan buah semangka. Bersama 28 temannya gadis remaja tersebut melakukan takbiran di Mushola An-Nur mulai dari pukul 19.45-23.00.
“Takbiran kali ini penuh dengan kebersamaan, rasa kehangatan dan penuh kebahagiaan. Kemeriahan dan menyatukan hati setiap jamaah sekaligus ungkapan rasa syukur menyambut hari raya inilah yang kami rasakan,”tutur Faza.
Itulah perasaan dari dua remaja di Kabupaten Pati yang mewakili para remaja ketika takbiran di mushola. Ada keceriaan, kegembiraan dan kebersamaan pada saat takbir berkumandang di malam hari menjelang Lebaran.
Wartawan:ek
Editor:amt




