Lereng Muria – Lebaran Ketupat memang sangat menarik untuk diamati sekaligus ditunggu kehadirannya. Begitu Lebaran Ketupat hadir, ada rasa suka cita yang ditunjukkan oleh warga Muslim Indonesia.
Lebaran Ketupat dimulai dari proses menganyam ketupat dengan menggunakan janur yaitu daun kelapa yang masih muda dan berwarna kuning. Pagi hari, setelah ketupat masih kosong dicuci dengan air mengalir dan diisi dengan beras secukupnya.
Dilanjutkan membuat lepet yang berbahan beras ketan dilengkapi parutan kelapa. Ada juga lepet yang ditambah biji kacang panjang atau kacang brol. Lepet dibungkus dengan janur. Lepet tersebut agar tidak terbuka, dikuatkan dengan tali sejumlah tiga tempat yaitu dua dipinggir dan satu di tengah.
Tali lepet biasanya terbuat dari tutus atau tali bambu yang diiris tipis dan kecil. Tali tutus tersebut sekarang dapat digantikan dengan menggunakan rafia dari plastik.
Sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB, ketupat dan lepet siap direbus dengan menggunakan panci besar atau ompreng. Ada waktu sekitar 5-6 jam yang digunakan untuk merebus ketupat dan lepet. Nyala api pawon atau kompornya harus besar, maka menggunakan kayu bakar dengan tujuan panasnya stabil dan hemat biaya. Meskipun juga ada yang menggunakan kompor gas.
Sekitar pukul 16.00 WIB, ketupat dan lepet sudah matang dan diangkat dari panci. Biasanya digantung di dinding agar kondisi tetap kering. Dan digantungkan juga di gagang pintu masuk rumah bagian depan. Pada sore itu juga, pasangan dari ketupat yaitu sayur semur sudah siap disajikan untuk makan malam. Sayur semur, ketupat dan lepet disedekahkan kepada orang tua, saudara dan kerabat yang lainnya.
Pagi harinya, para ibu rumah tangga memasak semur lagi untuk makan pagi. Dilanjutkan tradisi lainnya, yaitu kondangan ketupat di masjid atau mushola. Ada juga yang kondangan di pinggir kedung (bagian sungai yang dalam) bagi yang memiliki ternak kerbau atau sapi. Meskipun juga ada daerah yang tidak mengadakan kondangan di masjid atau mushola.
Itulah sekelumit tradisi Lebaran Ketupat yang berkembang di Indonesia yang dimulai dari selembar janur sampai dapat dinikmati kelezatannya. Lebaran ini menjadi penutup perayaan Hari Raya Idul Fitri di tengah masyarakat. Paling tidak, ada rasa gembira dan suka cita ketika Lebaran Ketupat hadir di hadapan kita.
Wartawan:ek
Editor:and




