Lereng muria – Bulan Apit, berbagai desa di Jawa melakukan tradisi sedekah bumi atau bersih desa. Berbagai macam hiburan dipentaskan dalam rangka acara tersebut sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas segala limpahan rahmat dan hidayat-Nya.
Di Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah juga melaksnakan tradisi sedekah bumi dengan menggelar wayang kulit semalam suntuk di lapangan depan SMKN 2 Pati pada hari Senin (27/4/2026) yang lalu. Ki Anom Riris Wibowo dari Jaken, Kabupaten Pati dipercaya sebagai dalang dalam pagelaran wayang kulit tersebut yang didukung oleh Karawitan Laras Pandowo Indonesia. Turut meramaikan acara tersebut bintang tamu Anandan dan Liyon dari Pati.
Sebelum acara dimulai, dipersembahkan Tari Budayaku Budayamu dari siswa-siswa SD IT Abu Bakar Ash Shidik Pati bimbingan Ki Dalang Budiyono, S.Pd. Tari tersebut mendapat sambutan meriah dari para penonton yang hadir.
Sedekah bumi ini dihadiri Kepala Desa Muktiharjo H. Suwarto, S.Ag. beserta jajaran perangkat desa. Dalam sambutannya, Kades Suwarto menuturkan bahwa sedekah bumi ini merupakan wujud syukur kepada Tuhan atas segala kemurahan dan belas kasih-Nya. “Tujuan utama dari tradisi sedekah bumi ini adalah wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala kemurahan dan belas kasih-Nya. Dengan harapan kita diberikan ketentraman, gemah ripah loh jinawi, tercapai yang diinginkan, dan rakyat Muktiharjo diberikan kedewasaan sehingga perangkat desa dapat bekerja dengan baik serta melaksanakan pembangunan,”tutur Suwarto.
Pagelaran wayang kulit tersebut mengambil certa “Abimanyu Dinakwo”. Dalang Ki Anom Riris Wibowo membawakan lakon tersebut dengan kelihaiannya memainkan wayang kulit yang didukung pencahayaan dan tata gamelan yang luar biasa.
Hadirnya bintang tamu Ananda dan Liyon semakin menambah meriahnya sedekah bumi desa Muktiharjo di malam itu. Dengan keahlian melawaknya, ke dua dagelan kondang tersebut mampu mengocok perut penonton.
Pagelaran wayang kulit ini rutin digelar setiap tahunnya dengan dalang yang berbeda-beda sebagai usaha pelestarian budaya bangsa. Bintang tamu yang memeriahkan juga berbeda. Semua tergantung situasi dan kondisi masyarakat.
Wartawan:ek
Editor:amt




