Lereng muria – Tradisi sedekah bumi di berbagai daerah di Indonesia biasanya memiliki urutan acara yang berkelanjutan. Ada yang satu minggu bahkan ada yang sebulan penuh.
Di Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah juga memiliki rangkaian kegiatan yang panjang dan berurutan. Setiap dukuh mengadakan pentas hiburan berbeda-beda yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi warganya. Misalnya, di Dukuh Sekarkurung mengadakan pentas wayang kulit dengan dalang Ki Joko Wibowo, Dukuh Muktisari mendatangkan Kethoprak Wahyu Budoyo dan Dukuh Rendole menghadirkan Kethoprak Cokro Wijoyo. Desa Muktiharjo sendiri mendatangkan pentas wayang kulit dengan dalang Ki Anom Riris Wibowo dan bintang tamu Liyon dan Ananda.
Dari sekian rangkaian sedekah bumi di Desa Muktiharjo diakhiri dengan pentas Kethoprak Cokro Wijoyo dari Desa Karangrejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati pada hari Sabtu (16/5/2026) di lapangan Desa Muktiharjo (depan SMKN 2 Pati). Acara sedekah bumi diawali dengan hajatan ke punden leluhur, fun game sepak bola, santunan yatim piatu dan diakhiri pentas Kethoprak Cokro Wijoyo tersebut.
Pentas kethoprak di siang hari mengambil cerita Maling Kopo Maling Kentiri Gugur. Pentas malam harinya, kethoprak yang dipimpin oleh Anom Priyadi ini menampilkan cerita Nambi Mbalelo. Pentas kethoprak tersebut diramaikan oleh dagelan Basir dan Mbendel serta Emban Wiwit Asmorodono.
Sebelum pentas dimulai, Kepada Desa Muktiharjo Suwarto, S.Ag. memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada warganya yang sudah bekerja sama dengan penuh tanggung jawab melaksanakan acara sedekah bumi.
Selain itu “Pak Inggi Suwarto” juga memberikan uang saku kepada anak-anak kecil yang menonton pentas kethoprak di malam itu. Ada ratusan anak kecil yang berjajar di depan panggung. Pemberian uang saku ini merupakan tradisi tersendiri yang dilakukan oleh Kades Suwarto setiap ada pentas kethoprak di Desa Muktiharjo.
Wartawan:ek
Editor:amt




