Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

TAKBIRAN DI MUSHOLA SAJA: SERU…

Ilustrasi takbiran di mushola: seru dan menyenangkan
Ilustrasi takbiran di mushola: seru dan menyenangkan

Lereng muria –            Memeriahkan Hari Raya Idul Fitri tahun 1447 H dilakukan oleh warga Muslim Indonesia. Berbagai tradisi dilakukan sebagai bentuk wujud syukur dan kegembiraan Hari Raya Fitri sudah datang. Sebagian warga ada yang melaksanakan takbir keliling, mengumandangkan takbir di masjid/mushola, melihat takbir keliling, jalan-jalan keliling kota, berkumpul bersama keluarga, nongkrong di tempat tertentu dan lain sebagainya. Semua itu disesuaikan situasi dan kondisi keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

Salah satu pilihan yang baik adalah mengumandangkan takbir atau takbiran di masjid/mushola. Hal ini terjadi karena berbagai pertimbangan, mulai dari kesiapan takmir masjid, pembiayaan, generasi muda penggerak, sarana prasarana, keamanan dan lain sebagainya. Akhirnya sebuah masjid/mushola memutuskan untuk tidak mengadakan takbir keliling dan melaksanakan takbir di lingkungan masjid/mushola.

Takbiran di masjid dilakukan oleh Rifki Cahya Nugraha (17 tahun) warga Desa Blaru Kecamatan Pati Kabupaten Pati Jawa Tengah pada hari Jumat (20/3/2026). Rifki mengikuti takbir di Mushola Hidayatul Mustaqim bersama 15 temannya. “Saya takbiran di mushola saja, tidak ikut takbir keliling. Takbiran di mushola ternyata seru dan menyenangkan. Selain itu juga disediakan berbagai hidangan, seperti nasi gandul, martabak manis dan kopi hangat. Takbiran tahun ini walaupun di mushola terasa seru dan menyenangkan,”tutur Rifki yang mengikuti takbiran mulai pukul 19.00-00.00 WIB.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Laksamana Kevin (18 tahun) yang melakukan takbiran di Mushola Darussalam Dukuh Sekarkurung Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati. Kevin melaksanakan takbiran mulai pukul 21.00-04.00 WIB bersama teman-temannya. Untuk memberikan semangat kepada remaja yang mengikuti takbiran, disediakan berbagai hidangan pendukung yaitu aneka jajanan, nasi goreng dan es teh. “Rasanya senang, seru dan kompak. Apalagi takbirannya sampai subuh,”tutur Laksmana kepada Lerengmuria.com.

Takbiran di masjid/mushola menjadi alternatif terbaik apabila situasi dan kondisi tidak memungkinkan. Yang terpenting makna dan maksud tujuan dari takbiran tetap tercapai.

 

Wartawan:ek

Editor:amt

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya