Lereng muria – Pada hari Selasa (26/5/2026) diadakan Purnawiyata Kelas IX SMPN 1 Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Acara tersebut digelar di Gedung Haji Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Dalam acara tersebut menampilkan berbagai bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa SMPN 1 Gembong yang berupa tari, dance, pencak silat, bercerita, musik dan lain sebagainya.
Salah satu yang menjadi pusat perhatian para hadirin adalah Tari Petik Kopi. Tari ini menggambar para perempuan desa sedang memetik kopi, menggendong, menjemur, meratakan kopi dan memasukkan ke dalam karung. Tari tersebut diperagakan oleh 5 gadis remaja SMPN 1 Gembong. Tari yang berdurasi sekitar 6 menit tersebut hasil karya dari Aji Sasongko, S.Sn. yang juga guru Seni Tari SMPN 1 Gembong.
Tari ini memerlukan perlengkapan properti berupa dunak (bakul besar untuk wadah kopi), garuk (untuk meratakan kopi pada waktu dijemur) dan karung goni untuk menyimpan hasil panen.
Persiapan untuk pentas tersebut para sudah mempersiapkan satu minggu sebalumnya. Seperti penuturan dari Revi, salah satu penari yang ikut tampil dalam Tari Petik Kopi bahwa latihan cukup satu minggu karena sebelum tampil di purnawiyata sudah berlatih sekitar 3 bulan untuk lomba tari tingkat Kabupaten Pati. “Untuk persiapan tampil di purnawiyata ini kami latihan satu minggu. Tapi sebelumnya kami sudah berlatih 3 bulan intuk mengikuti lomba tari tingkat Kabupaten Pati. Jadi kami sudah hafal, tinggal menyiapkan kondisi fisik saja,”tutur Revi yang masih duduk di kelas VIII ini.
Tari Petik Kopi ini termasuk berat karena hampir semua gerakan mantap bertenaga diantara lemah gemulai penari seperti para petani sedang memanen dan menjemur kopi. Iramanya juga termasuk rancak dan cepat sehingga para penari harus mempersiapkan daya tahan tubuh dengan baik agar tampil maksimal.
Tari Patik Kopi ini tidak lepas dari kebiasaan sehari-hari petani yang ada di sekitar Gembong dalam memanen kopi. Secara geografis, beberapa desa di Kecamatan Gembong berada di lereng timur Gunung Muria. Daerah tersebut terletak di dataran tinggi sehingga cocok ditanami kopi untuk budidaya. Desa Gembong, Plukaran, Pohgading, Plukaran, Klakahkasihan, Bageng dan Ketanggan kategori desa yang cocok untuk budidaya kopi. Salah satunya adalah Kopi Jollong yang dikelola oleh PTP Jollong di Desa Klakahkasian.
Tari Petik Kopi ini merupakan tari yang memanfaatkan kearifan lokal warga Gembong ketika memetik dan menjemur kopi. Kopi dipetik, dijemur, dimasukkan karung dan menyimpannya. Kebiasaan inilah yang diamati oleh Aji Sasongko selaku pencipta tari. Gambaran kekuatan, derap langkah, semangat dan kemampuan perempuan Gembong dalam rangka memetik kopi tergambar dengan jelas dalam tari tersebut.
Semoga adanya Tari Petik Kopi ini semakin menambah semerbak harumnya Kecamatan Gembong ke berbagai penjuru dunia seperti harumnya bunga kopi di perkebunan warga Gembong.
Wartawan:ek
Editor:amt




