Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

TRADISI KONDANGAN LEBARAN KETUPAT DI MASJID

Ilustrasi warga sedang mengadakan kondangan lebaran ketupat di masjid (Foto: Megaswaranews.com)
Ilustrasi warga sedang mengadakan kondangan lebaran ketupat di masjid (Foto: Megaswaranews.com)

Lereng muria –              Lebaran Ketupat pada umumnya dipilih hari ke tujuh setelah Hari Raya Idul Fitri. Keceriaan hati ketika menikmati lezatnya ketupat dan lepet. Semakin nikmat apabila kupat disatukan dengan sayur semur.

Setelah kupat lepet dan sayur semur siap, beberapa daerah memiliki tradisi kondangan lebaran ketupat di masjid atau mushola terdekat. Kegiatan kondangan lebaran ketupat pada umumnya dilaksanakan setelah sholat Subuh.

Seperti di Dukuh Ronggo Desa Mintorahayu Kecamatan Winong Kabupaten Pati Jawa Tengah, kegiatan kondangan lebaran ketupat diadakan di Masjid Baitul Izzah sekitar pukul 05.30 WIB pada hari Sabtu (28/3/2026). Warga membawa ketupat, lepet dan sayur semur beserta lodeh pelengkapnya.

Acara kondangan lebaran ketupat ini dipimpin oleh Ustadz Safi’i yang diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari RT 3 RW 3 Desa Mintorahayu. Warga khusuk berdoa dengan harapan mendapatkan keselamatan, kesehatan, murah rejeki, hidup tentram, dan lain sebagainya. Setelah berdoa para warga memakan ketupat dan lepet yang dibawa dari rumah.

Hal yang sama juga dilakukan oleh warga Dukuh Gondoriyo Desa Klakahkasihan Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Warga desa tersebut mengadakan kondangan lebaran ketupat di Mushola Bapak Akhsin pada hari Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Kondangan yang diikuti 20 warga dari RT 3 RW 8 tersebut dipandu oleh Ustadz Ma’ruf.

Di mushola tersebut para warga membawa ketupat, lepet dan sayur campur-campur. Setelah berdoa, warga menikmati hidangan kupat dan lepet dengan penuh keceriaan.

Kondangan lebaran ketupat ini memang memberikan kesan tersendiri bagi generasi muda yang terlibat di kegiatan tersebut. Seperti penuturan dari Nabil Ridhlo (17 tahun) warga Desa Mintorahayu Kecamatan Winong bahwa kondangan lebaran ketupat ini merupakan kegiatan yang sangat berkesan dan menyenangkan. “Kondangan ketupat ini sangat berkesan dan menyenangkan. Ada kekompakan, keakraban dan kesederhanaan. Kondangan ini merupakan wujud rasa syukur dan kebersamaan warga desa,”tutur Nabil.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Muhammad Ali (17 tahun) warga Desa Klakahkasihan Gembong bahwa kondangan ini sangat mengasyikkan dan berkesan sekali. “Bagi saya, kondangan ini sangat mengasyikan dan mengesankan. Terlihat kekompakan dan kebersamaan warga serta guyub rukun,”tutur Muhammad Ali kepada Lerengmuria.com.

Kondangan ketupat ketupat ini memang rutin digelar setiap tahunnya. Dan sudah menjadi agenda tahunan. Ada kegembiraan dan kebersamaan antar warga disaat mengikutinya. Paling tidak, warga saling bertemu dan sedikit berbagi cerita serta bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 

Wartawan:ek

Editor:amt

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya