Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

BAMBU RUNCING LAWAN SENAPAN

Ilustrasi pejuang kemerdekaan bersiap melemparkan bambu runcing (Foto: RRI.co.id)
Ilustrasi pejuang kemerdekaan bersiap melemparkan bambu runcing (Foto: RRI.co.id)

Lereng Muria –          Berbagai informasi menyebutkan bahwa perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari Jepang dan mempertahankan kemerdekaan menghadapi Belanda tidak lah mudah. Dibayar dengan tetesan keringat, darah dan air mata.

Hanya bersenjatakan bambu runcing dapat mengalahkan tentara Belanda yang memiliki peralatan perang yang lebih lengkap dan modern. Konon bahwa bambu runcing menjadi senjata yang sangat menakutkan bagi tentara Belanda. Kemampuan bambu runcing bagaikan senapan yang tepat sasaran dan mampu meledak selayaknya granat ataupun meriam.

Apakah bambu runcing memang menjadi senjata yang dipakai untuk melawan senjata penjajah yang modern itu? Bambu runcing ini senjata yang mirip tombak. Memiliki ukuran sekitar 2 meter. Bambu runcing dapat digunakan untuk menghadapi lawan dari jarak dekat dan sedang. Penggunaannya dengan cara ditusukkan atau dilemparkan.

Sebenarnya tentang bambu runcing sebagai senjata untuk menghadapi senapan Belanda itu tidaklah benar sepenuhnya. Memang pada masa revolusi ada juga para pejuang yang menggunakan senjata bambu runcing untuk menggadapi penjajah.

Salah satu pejuang tersebut berada di Temanggung Jawa Tengah. Dia lah H. Subchi yang nota bene seorang ulama dan pejuang menggunakan bambu runcing untuk menghadapi penjajah. Bambu runcing tersebut disepuh (diasma’) oleh H. Subchi sehingga memiliki daya linuwih atau kemampuan khusus (ghoib).

Konon banyak pejuang yang bambu runcingnya disepuh oleh H. Subchi untuk menghadapi Belanda sekaligus menambah sugesti ketika berperang.

Di medan perang pada waktu terjadi pertempuran dengan tentara Belanda, para pejuang juga menggunakan senjata senapan maupun pistol yang kategori modern. Senapan tersebut diperoleh dari merampas senjata tentara Jepang, Belanda, Inggris dan tinggalan dari Belanda serta Jepang. Selain itu senjata rakitan juga digunakan untuk bertempur menghadapi Belanda.

Senjata yang digunakan oleh para pejuang kemerdekaan berupa senapan Arisaka (Jepang), senapan Lee Infield (Inggris), Geweer M1895 (Belanda), meriam peninggalan Belanda dan Jepang.

Dengan keterbatasan senjata tersebut para pejuang menghadapi Belanda dengan gagah berani dengan resiko kehilangan nyawa. Maka adanya bambu runcing sebagai senjata untuk menghadapi Belanda, sebenarnya bermakna simbolik. Makna simbolik tersebut berarti keteguhan, keberanian, kekuatan, ketahanan dan semangat untuk menghadapi penjajah Belanda. Jadi bambu runcing bermakna simbolik.

Kalau bambu runcing menghadapi senapan Belanda, yaa habislah pejuang kemerdekaan. Apalagi pertempurannya jarak jauh maka peluru senapan akan bebas menembus tubuh yang hanya menggenggam bambu runcing.

Wartawan:ek

Editor:and

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya