Lereng muria – Asean School Games (ASG) untuk cabang pencak silat yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 November 2025 di Bandar Seri Begawan ibukota Brunei Darussalam telah usai. Ada 5 pesilat SH Terate Pusat Madiun yang mewakili Indonesia ikut berjuang untuk mengharumkan bangsa dan negara. Kelima pesilat tersebut adalah Fradiva Arzeni Calvinia (Grobogan, Jawa Tengah), Qiken Dwi Tata Olifia (Pati, Jawa Tengah), Mujadidi Faiza Adham (Ngawi, Jawa Timur), M. Ramdhani (Trenggalek, Jawa Timur) dan Habib (Bengkulu).
Dari 5 atlet yang bertanding tersebut, 4 diantaranya berhasil meraih medali untuk kontingan Indonesia. Keempat medali tersebut berupa 3 emas atas nama Fradiva Arzeti, Qiken Dwi Tata dan Mujadidi. Sedangkan 1 medali perak disumbangkan oleh M. Ramadhani.
Raihan prestasi ini sangat luar biasa bagi atlet pelajar SH Terate Pusat Madiun mengingat persaingannya sangat ketat dengan negara lainnya. Seperti yang dikemukakan Qiken Dwi Tata pesilat asal Pati bahwa teknik dan fisik pesilat dari negara Asia Tenggara memang luar biasa. “Pesaing dari negara lain bagus-bagus terutama Vietnam, Thailand dan Malaysia. Teknik dan fisiknya juga mumpuni. Jadi, hasil ini sangat kami syukuri. Kami merasa bangga dan senang dapat memberikan yang terbaik untuk Indonesia,”tutur Qiken Srikandi dari Desa Semirejo Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Jawa Tengah ini kepada Lerengmuria.com via ponselnya.
Keberhasilan 4 atlet menyumbangkan medali ini menunjukkan bahwa SH Terate Pusat Madiun masih menjadi gudangnya pesilat berprestasi yang dapat mengangkat nama Indonesia diberbagai even internasional. Semoga prestasi tersebut dapat menginspirasi pesilat SH Terate Pusat Madiun di seluruh penjuru dunia.
Wartawan:ek
Editor:amt




