Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

HAYU, JUARA 1 LOMBA DAI FESTIVAL RAMADHAN SMAN 3 PATI

Sri Hayu Nastiti, siswa yang menjadi juara 1 lomba dai Festival Ramadhan SMAN 3 Pati
Sri Hayu Nastiti, siswa yang menjadi juara 1 lomba dai Festival Ramadhan SMAN 3 Pati

Lereng Muria –          Pada hari Selasa (3/3/2026) yang lalu, SMAN 3 Pati menggelar Festival Ramadhan. Ada 2 lomba yang diselenggarakan dalam kegiatan tersebut yaitu lomba dai dan tartil. Dua macam lomba tersebut diikuti oleh masing-masing 12 perwakilan kelas XI yang mengikuti Pesantren Kilat.

Lomba dai berlangsung menarik. Antar peserta menunjukkan bakat dan kemampuannya. Dan akhirnya, Sri Hayu Nastiti keluar sebagai juara 1. Materi apa saja yang disampaikan pada waktu lomba dai, proses persiapan, perasaan sebelum lomba, pesan dan kesan akan sedikit diuraikan dalam kalimat nan mudah dipahami.

Materi Lomba

Naskah pidato yang saya susun ini mengangkat tema “Revolusi Mental: Transformasi Taqwa di Era Modern”. Materi ini ada karena keprihatinan saya terhadap fenomena krisis integritas di kalangan generasi muda, seperti maraknya judi online dan degradasi etika media sosial demi mengejar popularitas instan. Melalui pidato ini, saya mencoba mengaitkan keberhasilan Rasulullah SAW dalam mentransformasi masyarakat Jahiliyah dengan konsep sains modern, yaitu Neuroplastisitas. Saya ingin menyampaikan bahwa ibadah seperti shalat dan dzikir bukan sekadar kewajiban, melainkan sarana biologis untuk melatih disiplin otak menuju karakter yang jujur dan tangguh.

Persiapan

Persiapan naskah ini tergolong singkat, yakni hanya dua malam. Malam pertama saya dedikasikan untuk riset dan merangkum materi dari berbagai sumber, sementara malam kedua saya fokuskan untuk menghafal serta melatih teknik penyampaian agar pesan yang dibawakan dapat diterima dengan baik.

Tantangan dan Perjuangan Diri

Mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa saya adalah tipe orang yang mudah merasa gugup (nervous) saat harus tampil di depan umum. Biasanya, saya mengatasi hal tersebut dengan berdoa dan mengonsumsi camilan ringan. Namun, karena penampilan kali ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan, saat mulai merasa cemas, saya memilih untuk menyendiri sejenak di kamar mandi untuk memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri sebelum tampil.

Kesan

Pengalaman ini memberikan kesan yang sangat baik bagi saya. Saya merasa sangat bersyukur dan senang atas dukungan penuh dari teman-teman yang senantiasa menyemangati sebelum, sepanjang, dan sesudah acara. Dukungan merekalah yang menjadi salah satu faktor utama saya bisa tetap tenang. Karena ini adalah pengalaman pertama saya membawakan pidato bertema keislaman, terdapat rasa bangga dan kepuasan tersendiri karena telah berani keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru, meskipun masih dalam skala kecil.

Pesan

Melalui refleksi ini, pesan saya untuk diri sendiri dan teman-teman sekalian adalah mari kita mulai melangkah untuk meninggalkan kebiasaan atau amal buruk yang merusak mentalitas kita. Dari kegiatan ini, saya juga berharap kita semua bisa lebih percaya diri dalam menyuarakan pendapat dan tidak ragu untuk mencoba tantangan baru. Ingatlah, peradaban besar hanya bisa dibangun oleh individu yang memiliki mentalitas kuat dan diiringi oleh kokohnya iman .

 

Kontributor: Kak Hayu (Pati)

Editor:and

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya