Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

JELANG SAHUR, ULAR SANCA HEBOHKAN WARGA PERUM RENDOLE INDAH PATI 

Seekor ular sanca yang menghebohkan warga Perum Rendole Indah Blok I-2 Muktiharjo Pati
Seekor ular sanca yang menghebohkan warga Perum Rendole Indah Blok I-2 Muktiharjo Pati

Lereng Muria –         Kemunculan ular sanca atau phiton kembali menghebohkan warga Perum Rendole Indah Blok I-2 Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati Jawa Tengah. Kehadiran ular sanca sepanjang 95 cm tersebut sempat mengganggu ketenangan warga yang sedang tidur lelap di malam terakhir di bulan Ramadhan.

Hari Jumat (20/3/2026) pada waktu menjelang makan sahur sekitar pukul 02.25 WIB, seorang warga bernama Rizki Haidar (18 tahun) pulang dari bepergian dengan mengendarai sepeda motor. Dari sorot lampu motor, terlihat ada ular warna coklat melintas di jalan aspal perumahan. Setelah di dekati ternyata ular sanca yang sedang melintas.

Merasa terancam, ular langsung lari dan bersembunyi di pot bunga milik warga yang ada di sekitar lokasi. Sepontan, Rizki memanggil tetangga yang ada di sekitar lokasi. Ada sekitar 7 warga yang rumahnya berbatasan dengan lokasi ular sanca terbangun dan keluar rumah. Beberapa sudah ada yang membawa kayu dan bambu pemukul.

“Tadi ada ular sanca di jalan. Saya dekati kepala ular berdiri. Ularnya lari bersembunyi di dekat pot bunga,”tutur Rizki.

Dibantu dengan lampu penerang dari ponsel, warga memindahkan pot bunga satu persatu dengan perlahan-lahan dan berhati. Setelah pot dipindahkan, terlihat seekor ular sanca sedang melingkar di dekat sebuah ubin yang berdiri.

Warga pun waspada dan sigap untuk mencari posisi kepala sang ular sanca. Begitu diketahui posisi kepala ular, langsung terdengar suara “dukk”. Pertanda benda keras membentur sesuatu, ternyata sepotong bambu memukul tepat di kepala ular sanca. Meskipun ular sanca sempat melakukan perlawanan, dengan kondisi situasi malam hari maka sang melata dapat ditaklukkan dengan mudah. Butuh sekitar 5 menit untuk melumpuhkan ular tersebut. Setelah mati, ular dibungkus plastik dan bangkainya dibuang di sungai kecil sebelah timur perumahan.

Ular sanca terpaksa dibunuh karena kekhawatiran keselamatan anak-anak kecil di perumahan dan kurangnya pengetahuan perihal menangkap hewan reptil terkhusus ular. “Terpaksa kami lumpuhkan, karena di sini banyak anak kecil. Jangan sampai menimbulkan korban. Selain itu modal kami hanya kayu pemukul dan minimnya pengetahuan tentang tata cara menjinakkan ular,”tutur Lintang salah satu warga yang ikut mengeksekusi ular sanca tersebut.

Kemunculan berbagai macam ular di perumahan tersebut sering terjadi dikarenakan masih banyak lahan kosong yang tidak terawat dan berbatasan dengan kebun ketela serta tebu. Beberapa warga juga memelihara unggas yang menjadi incaran sebangsa ular.

Wartawan:ek

Editor:and

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya