Lereng Muria – Keris Kiai Setan Kober dibuat pada jaman Majapahit oleh Mpu Supo. Keris Setan Kober memiliki nama lain Kiai Brongot Setan Kober atau Kiai Sih Tan Kober. Keris tersebut dimiliki oleh Sunan Kudus dan diberikan kepada Adipati Jipang Panolan (sekarang Blora-Bojonegoro) Aria Penangsang.
Setan Kober ini kategori keris sakti, bagi yang tergores pasti menemui ajalnya. Kiai Setan Kober memberikan efek panas kepada pemiliknya sehingga menimbulkan hawa untuk mudah marah. Akibatnya, sang pemilik gampang terpancing dan tidak sabaran serta kurang perhitungan.
Ketika Kadipaten Jipang bertempur melawan Pajang, Aria Penangsang gugur karena ususnya terpotong oleh kerisnya sendiri yaitu Kiai Setan Kober. Setelah itu keberadaan Kiai Setan Kober tidak diketahui secara pasti. Berbagai dugaan dan spekulasi keberadaan Kiai Setan Kober pun muncul. Dan itu sebatas dugaan berdasarkan pendapat dan belum teruji kebenarannya.
Di Kraton Pajang
Setelah Aria Penangsang Adipati Jipang gugur dalam pertempuran di Sungai Bengawan Sore (cabang dari Sungai Bengawan Solo), semua harta kekayaan diboyong ke Kraton Pajang. Pada waktu itu penguasa Pajang adalah Sultan Hadi Wijaya (Jaka Tingkir). Maka dapat dimungkinkan harta benda termasuk pusaka-pusaka juga diboyong ke Pajang, termasuk Keris Kiai Setan Kober.
Di Kraton Mataram
Hal ini masuk di akal. Setelah Sultan Hadi Wijaya wafat, Pajang dibawah kekuasaan Mataram dengan raja Penembahan Senapati (Danang Sutawijaya) anak angkat Sultan Hadi Wijaya. Keris Setan Kober juga dipindahkan ke Mataram. Dan pastinya disimpan di gedung pusaka dan tidak pernah digunakan lagi. Hal itu karena Mataram memiliki pusaka sakti lainnya yaitu tombak Kiai Plered dan tombak Kiai Baru.
Di Kraton Surakarta
Pada tanggal 13 Februari 1755, terjadilah Perjanjian Giyanti yang membelah Mataram menjadi dua yaitu Kasunanan Surakarta dipimpin oleh Pakubuwana III dan Kasultanan Yogyakarta dipimpin oleh Sultan Hamengkubuono I (Pangeran Mangkubumi). Kiai Setan Kober masih berada di gedung pusaka lama yaitu Kraton Surakarta. Karena Kraton Yogyakarta merupakan bangunan baru atas prakarsa Sri Sultan Hamengkubuono I.
Wartawan:ek
Editor:and




