Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

LORONG WAKTU DI TANJAKAN TROWELO GEMBONG PATI

Pengendara motor sedang melewati tikungan atas (barat) tanjakan Trowelo yang dipercaya terdapat lorong waktu ke dimensi lain.
Pengendara motor sedang melewati tikungan atas (barat) tanjakan Trowelo yang dipercaya terdapat lorong waktu ke dimensi lain.

Lereng Muria –             Lorong waktu adalah suatu kesempatan di suatu tempat yang dapat menghubungkan dunia nyata dengan dimensi lain atau alam gaib. Maka tidak jarang lorong waktu ini dimaknai dengan memasuki dunia lain di suatu tempat yang lebih terkenal dengan lokasi angker atau keramat. Oleh karena itu orang yang memasuki lorong waktu akan berpindah ke alam lain dan dapat juga bertemu dengan makhluk penghuninya.

Salah satu tempat yang dipercaya terdapat lorong waktu adalah tanjakan Trowelo di Desa Wonosekar Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Jawa Tengah. Tanjakan Trowelo ini berada di jalan raya Gembong-Pati yang beraspal mulus. Tanjakan Trowelo ini berjarak sekitar 7 km dari pusat Kota Pati dan sekitar 2,5 km dari Pasar Gembong.

Lorong waktu ini dipercaya berada di bagian barat tanjakan (tikungan atas) dan sebelah timur tanjakan (tikungan bawah). Untuk tikungan atas apabila belok kiri menuju Dukuh Sekarkulon Desa Wonosekar. Sedangkan tikungan bawah tidak ada percabangan jalan.

Kejadian aneh pernah dialami Subianto (48 tahun) warga Desa Plukaran Kecamatan Gembong Kabupaten Pati sekitar tahun 2013 yang lalu. Suatu pagi sekitar pukul 09.30 WIB, Subianto ada keperluan ke Kota Pati dengan mengendarai sepeda motor. Desa Plukaran berada di sebelah barat tanjakan Trowelo.

Dengan tenangnya Subianto menaiki sepeda motornya sampai pada perbatasan Desa Gembong dengan Desa Wonosekar. Mendekati tikungan atas (arah barat) Subianto masih melihat jalanan yang masih lurus dan tetap mengikuti jalur tersebut. Tanpa disadari ada suara mak “brogg”. Pertanda sepeda motor menabrak sesuatu benda. Subianto baru sadar setelah masuk tegalan di sebelah kirinya dan motornya melewati parit lebar dan dalam.

Dia tertindih motornya dan mengalami luka-luka cukup serius. Beruntung tidak patah tulang. Sepeda motornya juga ringsek membentur gundukan tanah (galengan) di tegalan warga.

“Ketika lewat Trowelo sebelah barat, jalannya lurus dan mulus. Saya mengikuti jalan tersebut dengan tenang. Ternyata lokasi tersebut adalah tegalan warga. Saya baru sadar setelah terjatuh tertindih motor,”tutur Subianto.

“Alhamdulillaah saya masih selamat tidak terlalu parah, hanya lecet dan lebam karena benturan,”tutur Subianto yang berprofesi sebagai seorang abdi negara ini.

Masuknya manusia ke lorong waktu dimensi lain di tanjakan Trowelo sering terjadi tetapi dengan cerita yang berbeda-beda. Dan menjadi pembelajaran bagi manusia agar tetap konsentrasi dan mengingat Tuhan di kala melakukan perjalanan, apalagi melewati di daerah yang dianggap angker seperti tanjakan Trowelo.

Wartawan:ek

Editor: and

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya