Lereng Muria – Kabupaten Pati pernah bergolak pada tahun 1627 M pada waktu dipimpin oleh Bupati Pragola II. Pada waktu itu Kabupaten Pati beserta rakyatnya memberontak menghadapi Mataram yang diperintah oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo. Perlawanan sengit dilakukan oleh laskar Kabupaten Pati untuk menghadapi pasukan Mataram.
Pada akhirnya Bupati Pragola II gugur di medan laga ditusuk oleh Ki Naya Dharma dengan menggunakan tombak Kiai Baru. Ternyata pada peperangan tersebut, Bupati Pragola II tidak berniat memberontak. Apalagi Bupati Pragola II masih saudara ipar dengan Sultan Agung.
Sebenarnya Sultan Agung diadu domba dengan Bupati Pragola II oleh Tumenggung Endranata. Atau Sultan Agung dihasut oleh Tumenggung Endranata. Dan pada akhirnya Tumenggung Endranata dihukumati.
Kepala Tumenggung Endranata ditanam di perundakan makam Raja-raja di Imogiri Yogyakarta agar setiap peziarah yang mengunjungi makam para raja Jawa tersebut menginjak-injak kepala Tumenggung Endranata sang pengkhianat tersebut.
Hal yang hampir sama juga terjadi di Kabupaten Pati pada waktu ada demonstrasi besar-besaran menuntut turunnya Bupati Pati Sudewo (13/8/2025). Pada waktu itu ada beberapa inisiator demonstrasi yaitu Ahmad Husain, Supriyono dan Teguh Istiyanto.
Setelah demonstrasi, Ahmad Husain mundur dari inisiator demo untuk hari berikutnya. Oleh karena itu, Ahmad Husain dicap sebagai pengkhianat atau “Sengkuni” bagi pihak yang berlawanan.
Dan pada akhirnya, dua kaos yang berfoto Husain diletakkan di posko donasi di Alun-Alun Simpang Lima Kota Pati. Kaos berfoto Husain tersebut dipasang di depan posko dan setiap donatur yang mau menyumbang menginjak dan menjadikan 2 kaos tersebut sebagai keset.

Kegiatan tersebut sempat menarik perhatian bagi para pengunjung dan penonton di lokasi donasi. Bahkan sempat viral di berbagai media sosial.
Dua kejadian tersebut berbeda jaman, esensi, taraf kesalahannya dan lingkupnya tetapi memiliki maksud yang sama bahwa seorang pengkhianat pasti mendapat perlakuan tidak mengenakkan. Dan harus diingat oleh masyarakat luas sampai kapanpun. Oleh karena itu karakter berkhianat harus dibasmi dari dalam kehidupan agar berjalan lebih aman dan tentram.
Wartawan:ek
Editor:and




