Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

PADASAN (4): RUMAH ROBOH, PADASANKU ?

Ilustrasi padasan milik Mbah Kasban (Foto: Kompasiana.com)
Ilustrasi padasan milik Mbah Kasban (Foto: Kompasiana.com)

LERENG MURIA –  Pada tahun 1990-an, di Dukuh Semi Desa Semirejo Kecamatan Gembong Kabupaten Pati terdapat sesepuh desa yang berusia sekitar 78 tahun. Sekarang tentu saja sudah meninggal dunia. Namanya Mbah Kasban, beliau kategori orang tua yang taat beribadah. Terutama sholat lima waktu.
Ciri khas Mbah Kasban ini selalu berpeci hitam dan memakai sarung ketika bepergiaan. Selain itu beliau memiliki suara yang keras. Keahliannya menjadi pembaca doa ketika ada hajatan. Selain itu sering menjadi tempat konsultasi untuk meminta nama anak yang baru lahir.
Suatu kali dapur rumah Mbah Kasban diperbaiki karena ada beberapa kerusakan. Mbah Kasban pun ikut naik ke atas atap dapur rumah. Karena kayunya sudah aus maka atap dapur pun roboh. Mbah Kasban ikut terjatuh ke bawah. Beberapa kayu menindih tubuhnya yang sudah tua itu. Mbah Kasban pun pingsan seketika. Beberapa warga berusaha menyadarkannya.
Setelah sekitar 3 menit, Mbah Kasban sadar. Apakah kalimat pertama yang diucapkan ketika sadar? “Nak, padasanku pecah apa tidak?,”tanya Mbah Kasban kepada warga yang menolongnya. “Tidak pecah Mbah, masih utuh,”tutur salah satu warga. “Alhamdulillaah,”ujar Mbah Kasban dengan wajah ceria.
Ternyata di belakang rumah dapur beliau terdapat padasan yang dipakai untuk berwudhu menjelang sholat. Banget sayangnya dengan padasan tersebut, setelah sadar dari pingsannya Mbah Kasban masih mengingat keselamatan dari padasan tersebut.
Apakah padasan tersebut masih ada di rumah Mbah Kasban? Ini yang perlu dilacak keberadaannya.

Wartawan:ek

Editor: and

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya