Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

PASAR TRADISIONAL PURI BARU PATI TETAP “HIDUP”

Pasar Puri Baru Pati di bulan Ramadhan terlihat masih ramai walaupun bersaing dengan swalayan dan online
Pasar Puri Baru Pati di bulan Ramadhan terlihat masih ramai walaupun bersaing dengan swalayan dan online

Lereng muria –             Di hari terakhir atau ke 30 bulan Ramadhan 1447 H ini, umat Islam mempersiapkan diri untuk menghadapi Hari Raya Idul Fitri. Mulai dari belanja kebutuhan sembako, kue kering, baju baru, sandal, peralatan sholat baru dan lain sebagainya.

Diantara gempuran super market modern dan belanja on line yang melanda, ternyata pasar tradisional masih tetap “hidup” dengan sehatnya. Pasar tradisional mampu bersaing, merebut hati masyarakat Indonesia terutama mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Hal itu dapat dilihat dari geliat perdagangan di beberapa pasar tradisional, salah satunya adalah Pasar Puri Baru di Kota Pati Provinsi Jawa Tengah. Pasar terbesar di Kabupaten Pati ini masih tetap menjadi tujuan utama warga Pati untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Mendekati hari raya, pengunjung semakin ramai dan durasi perdagangan diperpanjang. Kalau hari biasa pukul 15.00 WIB, pasar tersebut sudah sepi tetapi pada hari akhir mendekati hari raya masih ramai.

Terlihat dari pantauan Lerengmuria.com pada hari Jumat (20/3/2026) pukul 14.35 WIB kondisi Pasar Puri Baru masih ramai terkhusus los pakaian. Transaksi perdagangan masih berjalan dengan normal. Banyak pedagang pakaian masih berjualan dan pembelinya juga masih berdatangan.

Seperti di toko pakaian yang dimiliki Syai’un (56 tahun) warga Kabupaten Kudus ini, ramai dari pagi sampai siang dan masih aktifitas jual beli sampai pukul 15.00 WIB. “Alhamdulillaah ramai hari ini. Banyak pembeli hari ini. Kebetulan cuacanya terang dan redup maka kami “mpremo” sampai sepinya pembeli,”tutur Syai’un. Di toko Syai’un ini termasuk lengkap dengan menyediakan aneka macam baju dari berbagai usia dan model. Dalam berjualan, Syai’un dibantu tiga karyawannya.

Keramaian juga terlihat lagi di depan Pasar Puri Baru yang dinamaksn Pasar Sore. Di pasar tersebut menyediakan berbagai kebutuhan sembako, bumbu, ikan, daging, jajan dan lain sebagainya. Pengunjungnya juga ramai.

Jadi Pasar Puri Baru tidak akan pernah berhenti berdenyut, tidak tidur dan masih “hidup” walaupun harus berhadapan dengan pasar swalayan dan online.

 

Wartawan:ek

Editor:amt

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya