Lereng muria – Lahan pertanian yang luas dan subur serta kebutuhan air tercukupi, dapat dipastikan hasil panen padi melimpah. Tetapi gangguan hama padi berupa burung emprit, gelatik maupun gereja sangat meresahkan. Karena hama burung tersebut menyerang padi dalam jumlah yang banyak dan tidak kenal waktu.
Untuk mengendalikan hama burung tersebut para petani menggunakan berbagai macam cara. Salah satunya dengan memasang tali perak yang mengkilap di area persawahan.
Untuk mendapatkan tali perak cukup mudah karena banyak dijual di toko on line. Harganya pun relatif terjangkau, yaitu berkisar antara Rp. 15.000 hingga Rp. 35.000 per gulung (sekitar 1 kg atau panjang 800 meter). Para petani dapat membeli tali perak 1 kg/800 m, tali perak paket dengan isi 2-4 gulung atau tali perak spesial dengan lebar 5 cm.
Burung emprit dan sejenisnya ini akan takut pada tali perak yang mengkilap karena pantulan cahaya matahari yang menyilaukan mata mereka, menciptakan ketakutan akan bahaya, mengganggu penglihatan burung pada saat akan hinggap dan kilauan ini dianggap sebagai ancaman atau predator. Sehingga burung emprit tidak berani mendekat.
Cara tersebut ditempuh oleh para petani Desa Puri Kecamatan Pati Kabupaten Pati Jawa Tengah. Berdasarkan pantauan Lerengmuria.com pada hari Sabtu (7/3/2026), berhektar-hektar sawah yang ada di sebelah barat dan selatan desa tersebut dipasangi tali perak atau tali sawah agar terhindar dari serbuan gerombolan burung emprit.
Tali perak ini lebih hemat dibanding kalau memasang jaring. Kepraktisan juga menjadi alasan pemilihan tali perak sebagai alat pengusir burung emprit, selain masih dapat digunakan untuk tahun depan. Harganya juga tergolong murah dan mudah mendapatkannya.
Heru Prasetyo petani asal Desa Puri menuturkan bahwa pemakaian tali perak ini lebih murah dan mudah. “Tali perak ini lebih mudah memasangnya, murah harganya dan ringkas menyimpannya. Dan tahun depan dapat digunakan kembali,”tutur Heru Prasetyo.
“Pemasangannya cukup diberi galah atau lanjaran. Kalau terkena sinar matahari akan mengkilap dan burung emprit tidak berani mendekat. Selain itu kami tidak perlu menunggui sawah dan waktunya dapat digunakan untuk mengerjakan keperluan yang lain,”imbuh Heru.
Mungkin ini lagi musimnya memakai pita perak. Hampir semua petani di Desa Puri menggunakannya, bahkan petani di sekitarnya yaitu Desa Sukoharjo juga memanfaatkan tali perak ini untuk mengusir burung emprit. Semua tidak lepas dari kepraktisannya, harga terjangkau dan hasilnya terlihat nyata.
Wartawan:ek
Editor:amt




