Lereng muria – Pada waktu itu, sekitar tahun 1982, berarti penulis kelas III SD. Ketika datang bulan Ramadhan, siswa SD di sekolah penulis mewajibkan membuat laporan tentang kegiatan puasa dan sholat Tarawih di buku tulis.
Maka anak kecil yang masih berusia SD datang ke langgar (mushola) di Dukuh Semi Desa Semirejo untuk ikut ibadah sholat Isya’, Tarawih dan Witir. Penulis pun ikut datang dan mengikuti kegiatan sholat di langgar. Jarak antara rumah penulis dengan langgar sekitar 350 meter.
Penulis mengikuti sholat dengan tertib meskipun beberapa teman bergurau dan bercanda ketika sholat. Selesai sholat, semua anak meminta tanda tangan imamnya.
Di dalam buku kegiatan tersedia kolom puasa dan sholat Tarawih. Di kolom sholat Tarawih ditandatangani imam sholat beserta nama terangnya. Sedangkan di kolom puasa, penulis tulisi “Iya”. Padahal pada waktu itu penulis tidak puasa.
Jadi membohongi guru agama Islam, Ibu Marfuah. Karena takut kalau tidak puasa dimarahi oleh Ibu Guru maka penulis pun berbohong.
Wartawan:ek
Editor:amt




