Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

RAMADHAN JADUL (3): KOLAK ATAU BUR CANG JO

Kolak ketela yang favorit di jamannya (Foto: Cookpad.com)
Kolak ketela yang favorit di jamannya (Foto: Cookpad.com)

Lereng muria –             Penulis mulai puasa ketika kelas VI SD, sekitar tahun 1986. Pada jaman itu jarang dujumpai anak-anak SD berpuasa. Kok anak-anak, orang dewasa saja belum tentu berpuasa. Yaa karena pemahaman tentang agama belum maksimal dan belum mendapatkan hidayah.

Pada tahun itu, variasi kuliner belum seramai sekarang sehingga kalau berbuka hidangannya itu-itu saja. Penyegar berbuka puasa adalah kolak ketela pohon dan tape ketela. Itu saja rasanya sudah luar biasa. Lain hari diselingi bubur kacang hijau (bur cang jo) yang ditambah tepung sehingga lebih kental dan mengenyangkan.

Setiap buka puasa, penulis mampu menghabiskan 2-3 mangkuk kolak ataupun bur cang jo. Kadang kala ada gorengan berupa pia-pia (bakwan). Setelah itu baru sholat Maghrib.

Hidangan berbuka puasa berupa kolak atau bur cang jo itu sudah sangat luar biasa nikmatnya. Dua model kuliner tersebut paling mudah dimasak karena sumber dayanya melimpah. Ketela pohon, kacang hijau dan tape, wilayah Gembong memang pusatnya serta mudah didapat. Selain itu harganya murah, mengenyangkan lagi.

Bubur kacang hijau yang mengenyangkan menjadi pilihan utama saat berbuka puasa di jaman dahulu (Foto: Liputan6.com).
Bubur kacang hijau yang mengenyangkan menjadi pilihan utama saat berbuka puasa di jaman dahulu (Foto: Liputan6.com).

 

 

Wartawan:ek

Editor:amt

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya