Lereng Muria – Di Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran setiap keluarga Muslim Indonesia memiliki kuliner khas yang lezat. Dan setiap daerah berbeda-beda tergantung kearifan lokal masing-masing. Sebagian besar memasak semur atau opor yang serba santan.
Meskipun demikian, keluarga penulis memilih kuliner yang lain yaitu rica-rica bebek. Pemilihan menu ini kategori sangat tepat karena untuk mengurangi masakan yang serba santan. Walaupun sebenarnya antara rica-rica bebek dengan opor dan semur juga sama-sama kurang bagus untuk kesehatan. Apalagi penulis sudah berusia lebih dari setengah abad.
Rica-rica ini merupakan masakan khas dari Manado Sulawesi Utara. Makanan berasa pedas dan panas ini memang sangat cocok dengan lidah masyarakat Jawa. Bahan-bahan bumbunya pun mudah ditemukan di pasar tradisional, seperti brambang, bawang, jahe, lombok, kunyit, garam, daun jeruk, sereh, kecap, penyedap rasa dan kemiri.
Penulis merasakan, semakin banyak jahenya semakin lezat rasanya. Sensasi panas dan pedas alami akan didapatkan dari rempah-rempah jahe tersebut. Itulah salah satu keunggulan rica-rica dibanding kuliner lainnya.
Pada hari sebelumnya, penulis sudah pesan dua ekor bebek berukuran besar untuk dimasak rica-rica oleh tetangga sebelah (Pak Yuli). Ketika malam takbiran, rica-rica bebek sudah matang dan dinikmati kami sekeluarga.
Tanpa menggunakan sendok atau muluk (makan dengan tangan) kami sekeluarga menikmati lezatnya rica-rica bebek hasil masakan dari Pak Yuli. Anak-anak menuturkan bahwa rica-rica bebek kali ini sangat rekomended atau kualitas premium. Dagingnya empuk dan bumbunya memberikan sensasi di lidah sangat menendang, lezat.
Tanpa sadar satu piring nasi sudah berlalu dan menambah sedikit lagi. Betapa lezatnya rica-rica bebek yang kami gunakan untuk berbuka puasa hari itu. Penulis teringat, berhentilah sebelum kenyang.
Rica-rica bebek yang masih tersisa di dalam wajan dihangatkan kembali dan dapat dinikmati pagi harinya setelah ibadah sholat Idul Fitri 1447 H.
Dan ternyata benar dugaan penulis, semua rumah yang kami kunjungi didominasi oleh masakan semur dan opor. Sehingga kami tidak merasa bosan dengan makanan yang itu-itu saja, ada variasi makanan di hari Lebaran.
Penulis: Eko Wahono (Pati)
Editor:and




