Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

SAMBUT MALAM SONGOLIKUR, WARGA SEMIREJO PATI ADAKAN BADA APEM

Apem menjadi makanan khas saat menyambut Malam Songolikur di Desa Semirejo Pati
Apem menjadi makanan khas saat menyambut Malam Songolikur di Desa Semirejo Pati

Lereng muria –             Salah satu tradisi menyambut malam ke 29 atau Malam Songlikur bulan Ramadhan di setiap daerah berbeda-beda. Semua tergantung dari kebiasaan yang turun temurun yang sudah ada.

Di Dukuh Semi Desa Semirejo Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Jawa Tengah pada hari Kamis (19/3/2026) mengadakan kegiatan menyambut malam ke 29 yang dimungkinkan malam Lailatul Qodar. Kegiatan tersebut dinamakan Maleman. Karena menyambut malam ke 29 maka dinamakan Malam Songolikur.

Pada Malam Songolikur tersebut, para warga membuat apem, sejenis kue berbentuk bulat yang terbuat dari tepung beras. Apem ini berwarna putih dan rasanya manis. Oleh karena itu disebut Bada Apem.

Di malam tersebut warga Dukuh Semi membawa berkat dari apem yang dilengkapi nasi, roti, kue, buah-buahan, jajan pasar dan lain sebagainya. Satu keluarga membawa satu berkat, setelah sholat Tarawih diadakan acara Maleman.

Diawali kirim doa untuk leluhur para jamaah dengan bentuk pembacaan nama orang-orang yang sudah meninggal. Setelah itu dibacakan doa untuk acara Malem Songolikur dan dilanjutkan makan bersama. Para jamaah menikmatinya dengan hati riang gembira. Kekompakan dan kebersamaan terlihat dari acara Bada Apem.

Kegiatan Bada Apem ini merupakan tradisi bagi warga Desa Semirejo dan sekitarnya. Dan warga tetap melanjutkan tradisi positif tersebut. Seperti penuturan Mbah Warsi (68 tahun) salah satu warga Dukuh Semi bahwa Bada Apem ini sudah tradisi untuk menyambut Malam Songolikur. “Dulu berkatnya hanya apem dan dikajatkan (didoakan) di rumah. Sekarang dibawa ke mushola dan ditambah makanan yang lain,”tutur Mbah Warsi.

“Jaman sekarang sudah berkurang yang membuat dan membawa berkat apem karena membuatnya ribet sehingga diganti makanan yang lain seperti nasi beserta lauknya, jajan, kue dan lain sebagainya,”imbuhnya.

Tradisi di berbagai tempat memang berbeda tergantung budaya dan geografisnya, seperti halnya Bada Apem. Walaupun sudah mulai ditinggalkan tetapi masih ada yang tetap mempertahankan tradisi kearifan lokal tersebut. Bada apem yaa Malam Songolikur di bulan Ramadhan.

 

Wartawan:ek

Editor:amt

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya