Lereng Muria -; Hari Sabtu (21/3/2026) merupakan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H atau hari Lebaran di Indonesia. Pada hari itu sesuai tradisi Indonesia, warga Muslim mengadakan silaturahmi atau halalbihalal ke rumah tetangga, orang tua dan sanak kerabat lainnya.
Sekitar 12 km dari pusat Kota Pati terdapatlah Desa Semirejo Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Jawa Tengah. Seperti halnya dengan desa lainnya, warga Desa Semirejo juga merayakan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Pada hari pertama perayaan (21/3/2026), warga berkeliling bersilaturahmi ke rumah tatangga dan kerabat. Pintu rumah terbuka lebar dan siap menerima tamu yang akan bersilaturahmi dan saling memaafkan. Makanan berupa kue kering juga sudah disiapkan di atas meja atau lesehan di lantai.
Kuliner atau masakan khas ala Lebaran di desa pun tersedia, yaitu semur arau opor. Hampir semua keluarga menyiapkan sayur semur atau pun opor.
Semur dan opor tersebut dipadukan dengan daging ayam kampung atau ayam potong. Ada juga yang memadukan dengan telur ayam, daging, tahu, tempe dan lain sebagainya. Sayur berbahan santan kelapa itu menjadi favorit di hari Lebaran. Rasanya, tidak lengkap tanpa opor atau semur. Dan nampaknya itu sudah tradisi.
Bahkan ada keluarga yang menyediakan kedua-duanya. Seperti keluarga Kardi (65 tahun) dari Dukuh Randangan Desa Semirejo menyiapkan opor dan semur. “Kami menyiapkan opor dan semur. Ikan bakar juga ada. Nasi dan lontong kami siapkan, disesuaikan selera para tamu,”tutur Kardi.
Keluarga Sutri (63 tahun) dari Dukuh Soko Desa Semirejo juga memasak opor dan semur. “Ini ada opor dan semur untuk keponakan dan kerabat yang bertamu. Ini sudah tradisi,”tutur Sutri

Hal yang sama juga dilakukan oleh keluarga Sugiman (55 tahun) yang berasal dari Dukuh Soko. Keluarga kecil tersebut juga menyiapkan semur dan opor untuk sanak kerabat yang bertamu di rumahnya. “Tahun lalu kami menyiapkan sayur bening, tapi kali ini menyiapkan semur dan opor. Nampaknya para tamu juga menyukai menu khas Lebadan tersebut,”tutur Sugiman.
Meskipun juga ada yang memasak hanya salah satunya, misalkan keluarga Mbah Warsi (69 tahun) dari Dukuh Semi. Keluarga ini hanya menyiapkan semur saja karena keluarganya penggemar berat sayur semur. “Biasanya keluarga menyukai sayur semur, terkhusus semur ayam kampung,”tutur Mbah Warsi singkat.
Pada umumnya, semur atau opor tersebut dimakan bersama nasi atau lontong. Semua tergantung selera dan kesiapan tuan rumah dalam menyiapkannya. Lebaran, tidaklah lengkap tanpa semur atau opor.
Wartawan:ek
Editor:and




