Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

TRADISI UNJUNG HARI RAYA FITRI

Tradisi unjung di salah satu keluarga Muslim Indonesia
Tradisi unjung di salah satu keluarga Muslim Indonesia

Lereng muria –             Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Hari Sabtu (21/3/2026) yang lalu. Hari tersebut merupakan hari yang ditunggu-tunggu umat Islam sedunia, terkhusus Indonesia.

Pada hari itu ada tradisi yang tidak dapat ditinggalkan yaitu unjung. Unjung berasal dari kata kunjung atau berkunjung yang artinya pergi atau datang untuk menjumpai, menemui, menengok atau melihat seseorang maupun suatu tempat dengan tujuan bersilaturahmi. Dengan kalimat sederhana, unjung adalah mendatangi orang tua, sanak keluarga, tetangga, famili dan lain sebagainya dengan tujuan bersilaturahmi memperkuat tali kekeluargaan.

Unjung ini dilakukan setelah sholat Idul Fitri dan bersalaman atau bermaaf-maafan dengan anggota keluarga beserta orang tua. Pada umumnya, unjung dilakukan di tetangga dan kerabat satu desa.

Ketika berangkat unjung, pada umumnya bersama keluarga atau berkelompok bersama teman sebaya. Mereka mengenakan busana Muslim terbaik, mungkin juga terbaru. Para perempuan mengenakan gamis dan prianya mengenakan baju koko/takwa dilengkapi peci dan sarung. Meskipun demikian, ada juga yang bercelana tanpa mengenakan peci. Keluarga yang dituju pun menyambut dengan gembira.

Tradisi sungkeman, bersalam-salaman, saling berpelukan dan mencium tangan akan berjalan dengan sendirinya. Mereka saling memohon maaf atas segala kesalahan dan mengucapkan selamat hari raya. Tamu dipersilakan duduk di kursi yang bersih atau lesehan beralaskan karpet atau tikar . Tidak lupa dipersilakan mencicipi hidangan yang sudah disiapkan di meja tamu. Bagi keluarga dekat, dipersilakan ke ruang belakang untuk merasakan masakan istimewa di hari lebaran.

Tuan rumah pun sudah menyiapkan amplop yang berisi uang atau wisit untuk tamu-tamu yang pantas mendapatkannya. Tamu yang datang tidaklah lama, karena harus mengunjungi keluarga yang lain dan berbagi tempat bagi pengunjung berikutnya.

Begitulah tradisi yang sudah bertahun-tahun dipertahankan dari generasi ke generasi. Nilai silaturahmi, kekeluargaan, berbagi dan saling memaafkan tercermin dari kegiatan unjung tersebut. Kesempatan bagi tetangga untuk berbagi kuliner dan cerita serta pengalaman. Maka nilai ekonomi dan sosial tercermin dari tradisi unjung tersebut.

 

Wartawan:ek

Editor:amt

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya