Lereng muria – Kegiatan thongthek umumnya hanya diikuti oleh beberapa remaja, antara 7-15 peserta untuk membangunkan warga agar tidak terlambat makan sahur. Mereka berkeliling kampung dengan menggunakan tetabuhan ala kadarnya. Dan itu sudah menjadi tradisi di bulan Ramadhan.
Berbeda dengan warga Desa Trembulrejo Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora Jawa Tengah yang melibatkan sekitar 600 peserta dalam acara thongthek masal di akhir bulan Ramadhan ini. Pada hari Jumat (20/3/2026) ratusan warga Desa Trembulrejo tumpah ruah di Jalan Raya Purwodadi-Blora untuk mengadakan tradisi thongthek keliling sejauh 4 km.
Kegiatan yang dikawal Polsek Ngawen tersebut menempuh rute Trembulrejo-Punggursugih-Ngawen-Punggursugih-Trembulrejo dimulai sekitar pukul 02.00 WIB. Warga dengan berbagai tingkatan usia ikut meramaikan kegiatan tersebut dengan berjalan kaki, naik sepeda motor dan mobil. Mereka membawa berbagai tetabuhan sederhana dan sound sistem modern.
Kegiatan tersebut mendapat perhatian dan tontonan bagi warga yang dilewati barisan thongthek masal tersebut. Seperti yang dikemukakan Anik (46 tahun) warga Kelurahan Ngawen bahwa tradisi thongthek masal tersebut sudah rutin digelar warga Desa Trembulrejo di akhir bulan Ramadhan dan banyak masyarakat yang ikut menyaksikannya. “Saya rutin menyaksikan thongthek masal ini, karena rutin digelar setiap akhir bulan Ramadhan. Dan menjadi tontonan tersendiri bagi warga yang dilewatinya. Banyak warga sekitar yang terbangun dan ikut menyaksikan thongthek masal ini dari awal sampai akhir,”tutur Anik.
Kegiatan rutin ini sudah dianggap tradisi tahunan warga Desa Trembulrejo. Dari sini terlihat kekompakan dan kebersamaan warga dalam mendukung tradisi yang sudah berlangsung puluhan tahun. Semoga thongthek masal ini tetap digelar tahun-tahun mendatang dalam keadaan aman dan damai tanpa gesekan.
Wartawan:ek
Editor:amt




