Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

WAYANG WAHYU, MEDIA PEWARTAAN KATHOLIK

Wayang Wahyu sebagai sarana pewartaan agama Katholik di Jawa (Foto: Koleksi Museum Sono Budoyo Yogyakarta)
Wayang Wahyu sebagai sarana pewartaan agama Katholik di Jawa (Foto: Koleksi Museum Sono Budoyo Yogyakarta)

Lereng Muria –          Indonesia memiliki berbagai macam budaya yang berkembang di masyarakat. Budaya tersebut ada yang asli Indonesia, ada juga yang akulturasi atau perpaduan budaya. Salah satu budaya akulturasi yang berkembang di Indonesia adalah Wayang Wahyu.

Dikutip dari Museum Sonobudoyo.jogjaprov.go.id, Wayang Wahyu dikembangkan oleh umat Katholik di Jawa. Hal ini terinspirasi oleh potensi wayang sebagai media pewartaan. Salah satu tokoh yang terkenal adalah Bruder Timotheus Wigjosoebroto dan mendapat dukungan dari Uskup Soegijopranata pada tahun 1959. Tujuan dari diciptakannya Wayang Wahyu adalah untuk media pewartaan, mendekatkan ajaran Kristiani dengan masyarakat Jawa yang mencintai seni wayang.

Berbagai macam lakon yang muncul dipertunjukan bernuansa Kristiani dan diambil dari Al Kitab atau Kitab Suci Injil. Seperti kisah Yesus, Matius, Musa, Maria dan lain sebagainya. Tokoh wayangnya pun menyesuaikan ceritanya yang berisi nama-nama tokoh dalam agama Katholik.

Wayang Wahyu terbuat dari kulit sapi seperti halnya wayang kulit klasik dengan teknik tatah sungging tradisional. Jadi memiliki warna yang bervariasi dan tentu saja gepeng bentuknya atau dua dimensi.

Pementasannya mengadaptasi tokoh pewayangan Jawa. Contohnya Wahyu Kamulyan (kebahagiaan abadi) sesuai ajaran agama Katholik. Dapat juga menceritakan kehidupan langsung dari Santo Matius, Musa dan lain sebagainya.

Dalang yang mementaskan Wayang Wahyu tidak sembarang dalang, tetapi para rohaniwan Katholik (romo, bruder) atau pegiat budaya yang memahami dunia pewayangan dan ajaran agama Katholik. Dilansir dari Tribun Network, salah satu dalang dari kalangan rohaniwan Katholik yang sering mementaskan Wayang Wahyu adalah Romo Hendi. Beliau membawakan kisah Matius dengan gaya khas pagelaran Wayang Jawa.

Wartawan:ek

Editor:and

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya