Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

WISATA KEMUNING TOUR (1): CANDI SUKUH DAN JUMOG

Eksotisnya Candi Sukuh yang mirip piramida Suku Maya
Eksotisnya Candi Sukuh yang mirip piramida Suku Maya

Lereng muria –         Liburan sekolah adalah momen yang dinanti-nanti setiap siswa. Kali ini, saya ingin berbagi sedikit pengalaman seru saat berlibur bersama keluarga ke kawasan Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, dan sekitarnya.

Oleh karena ini adalah pengalaman pertama kami menuju Kemuning, kami sempat tersesat beberapa kali sehingga baru tiba di lokasi menjelang sore hari. Meski waktu tersisa tidak banyak, kami tetap berusaha semangat untuk mengeksplor destinasi wisata seru disini.

Destinasi pertama kami adalah Candi Sukuh yang terletak di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso. Saat turun dari mobil, suasana hening dan sejuk langsung menyambut. Dengan tiket masuk (HTM) sebesar Rp. 15.000, per orang. Pengunjung diwajibkan mengenakan kain kampuh bermotif kotak-kotak (poleng) sebelum memasuki area suci candi.

Candi ini unik karena bentuknya yang menyerupai piramida suku Maya dan dikenal memiliki relief-relief yang sarat makna kehidupan.

Oh ya, sekilas info, Candi Sukuh ini sering disebut sebagai The Last Temple karena merupakan salah satu candi peninggalan masa akhir Kerajaan Majapahit (abad ke-15). Arsitekturnya yang sederhana namun misterius berbeda dengan candi Hindu pada umumnya di Jawa.

Setelah puas menikmati suasana tenang dan sepi di Candi, kami melanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Jumog. Suasana disana terlihat kontras dengan Candi Sukuh. Jumog sangat ramai dan hidup. Di sepanjang aliran sungai, tersedia banyak seating area bersantai. Deretan warung di seberang sungai menjajakan aneka kuliner, mulai dari sate kelinci hingga gorengan hangat, menemani pengunjung yang bermain air. Fasilitas di sini cukup lengkap, termasuk wahana tubing dan kolam renang yang ramah untuk balita. (Bersambung)

 

 

Kontributor: Kak Hayu (Pati)

Editor:amt

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya