Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

WUJUD TOLERANSI TETAP IKUT LEBARAN

Murni (1 dari kiri) dan Jasman (3 dari kiri) dikunjungi kerabatnya pada saat hari Labaran
Murni (1 dari kiri) dan Jasman (3 dari kiri) dikunjungi kerabatnya pada saat hari Labaran

Lereng Muria –           Budaya Lebaran hanya ada di keluarga Muslim Indonesia. Dan tradisi tersebut sudah turun temurun dan mengakar di sendi kehidupan masyaraka Indonesia.

Meskipun demikian ada warga non Muslim yang juga ikut merayakan Lebaran selayaknya masyarakat yang beragama Islam. Salah satunya adalah keluarga Jasman (68 tahun) warga Desa Kedungbulus Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Jawa Tengah yang memeluk agama Kristen Protestan.

Pada hari pertama Lebaran (21/3/2026), Jasman beserta Murni (istrinya) tetap menyiapkan berbagai pernak-perniknya Lebaran, diantaranya memasak sayur semur, menyiapkan jajanan sampai minuman di meja dan berpakaian rapi seperti tetangga Muslimnya. “Pada hari Lebaran ini, kami tetap memasak semur dan menyediakan jajanan untuk tetangga dan kerabat yang berkunjung. Cucu-cucu juga berkumpul di rumah saya. Dan kegiatan ikut Lebaran ini sudah biasa kami lakukan,”tutur Jasman. “Selain tetangga yang berkunjung ke rumah saya, ada juga keponakan yang mampir di sini,”imbuhnya.

“Lebaran kami juga berkunjung ke tetangga dan sanak kerabat terdekat. Kami juga ikut hadir di halalbihalal keluarga besar dan itu sudah tradisi bagi kami,”imbuh Murni kepada Lerengmuria.com pada hari Sabtu (21/3/2026) di rumahnya.

Toleransi yang diterapkan oleh keluarga Jasman mencerminkan wujud kerukunan antar umat beragama di masyarakat. Apalagi di pedesaan, mereka adalah bertetangga sekaligus bersaudara. Jadi, ya tetap toleran, guyub rukun dan hidup tentram serta damai.

Wartawan:ek

Editor:and

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya