Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

ZIARAH KUBUR DI PEMAKAN BEJI SEMIREJO PATI: RUTINITAS JELANG HARI RAYA WARGA TIGA DESA

Suasana Pemakaman Beji Desa Semirejo yang dipakai menguburkan jenazah tiga desa
Suasana Pemakaman Beji Desa Semirejo yang dipakai menguburkan jenazah tiga desa

Lereng muria –             Berbagai macam tradisi menjelang Hari Raya Idul Fitri dijalankan masyarakat Muslim di Indonesia, salah satunya adalah ziarah kubur. Ziarah kubur ini dilakukan sebagai tradisi sebelum puasa diakhiri dan menjelang hari raya dengan tujuan mendoakan arwah para leluhur yang sudah meninggal dunia.

Selain itu untuk mengingat berbagai kebaikan yang sudah ditanamkan oleh leluhur dan mengingatkan manusia akan kematian. Oleh karena warga Muslim memadati pemakaman untuk mendoakan para leluhurnya.

Seperti pengamatan Lerengmuria.com pada hari Rabu (18/3/2026) di Pemakaman Beji Dukuh Semi Desa Semirejo Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Jawa Tengah, terlihat warga ziarah kubur mulai menunjukkan peningkatan sebagai bagian dari rutinitas. Pemakaman Beji selama ini dimanfaatkan oleh tiga desa untuk menguburkan jenazah warganya yaitu Desa Semirejo, Wonosekar dan Kedungbulus. Ke tiga desa tersebut terletak di Kecamatan Gembong. Jadi, di Pemakaman Beji tersebut terdapat leluhur 3 desa yang disemayamkan. Oleh karenanya sangat ramai apabila menjelang hari raya.

Banyak warga yang datang berziarah ke makam sanak keluarganya. Mereka datang berkelompok bersama anggota keluarganya masing-masing. Suntari (56), salah satu warga Desa Wonosekar berziarah ke Pemakaman Beji karena orang tua dan kerabatnya dimakamkan di lokasi tersebut.

Hal yang sama juga dituturkan oleh Agus Tri (54 tahun) warga Desa Kedungbulus bahwa mulai buyut, kakek, nenek dan orang tuanya dimakamkan di Pemakaman Beji sehingga dia datang untuk berziarah. “Para leluhur saya dimakamkan di sini, jadi kalau mendekati Hari Raya Idul Fitri yaa ziarah di sini,”tutur Agus.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Rochayati salah satu warga Desa Semirejo yang datang berziarah bersama suami dan anaknya. “Orang tua, kakek, buyut kami dimakamkan disini. Setiap menjelang jari raya kami ziarahi dan ini sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya,”ucap Rochayati kepada Lerengmuria.com.

Pemakaman Beji memang cukup luas, tidak heran kalau pada jaman dahulu digunakan oleh masyarakat luar desa untuk memakamkan kerabatnya yang meninggal dunia. Dan ke tiga desa tersebut berdekatan letaknya serta masyarakatnya juga hidup rukun saling berdampingan.

 

Wartawan:ek

Editor:amt

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya