Lereng muria – Berbuka puasa di bulan Ramadhan menciptakan seni menghidangkan makanan yang menarik. Semua tergantung dari ketersediaan sumber daya yang ada. Tidak harus berbiaya tinggi dan serba mahal tetapi mampu menciptakan suasana yang hangat nan syahdu.
Sania Rahma Izzati (16 tahun) dan keluarga bertempat tinggal di Dukuh Kendil Desa Klakah Kasihan RT 03 RW 03 Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Jawa Tengah. Desa tersebut berada di lereng Gunung Muria sisi timur. Jadi suhunya masih sejuk karena masih terdapat tumbuhan tinggi penghasil oksigen dan mata air. Jadi, berbuka bersama terasa hangat dan penuh kebersamaan bersama keluarga keluarga.
Ngabuburit di rumah jadi pilihan sederhana namun tetap bermakna. Sambil menunggu adzan Maghrib, Sania membantu menyiapkan hidangan berbuka di dapur bersama ibunya. Karena masih belum dapat memasak, maka Sania hanya membantu ibunya diantaranya menyiapkan berbagai bumbu yang dibutuhkan seperti cabe, brambang, bawang dan lain sebagainya.
Namun menu utama pada hari itu Jumat (27/2/2026), sore itu adalah pisang byar yang direbus. Pisang byar memang sangat cocok tumbuh di daerah pegunungan termasuk Gunung Muria. Pisang ini berukuran dengan panjang mencapai 30 cm. Pada waktu masih muda kulitnya berwarna coklat dan menjadi kuning kecoklatan setelah menua. Karena ukurannya cukup panjang maka satu sisir pisang byar dipotong menjadi 4-6 bagian.
Pisang byar ini cukup dikukus atau direbus dan diangkat setelah matang. Warna buah kuning segar pada waktu sudah masak atau matang.
Pisang byar memiliki tekstur lembut dan rasa manis alami yang cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Bahkan mengeluarkan air yang terasa manis setelah dikukus.
Selain pisang rebus, ada juga oseng buncis dicampur sosis sebagai hidangan pendamping. Rasanya gurih dan sedikit pedas, pas disantap bersama nasi hangat nanti setelah berbuka.
Tidak lupa ikan air tawar yang digoreng dalam kondisi masih segar. Untuk minumnya, kami menyiapkan es teh manis yang segar, sederhana tapi selalu jadi favorit keluarga.
Buka bersama keluarga ini penuh kesederhanaan di rumah Sania bersama ibunya terasa lebih istimewa. Semua terasa manis dan hangat berkat hidangan dan perasaan yang sudah melekat di dalam hati. Meski tanpa pergi ke luar rumah atau membeli makanan mahal.
“Pisang byar rebus merupakan menu favorit keluarga kami. Rasanya memang benar-benar manis dan tekstur lembut di lidah. Kebetulan sekali, pisang byar tersebut hasil kebun kami sendiri. Jadi tidak usah membeli,”tutur Sania yang juga siswa SMKN 2 Pati mengakhiri wawancara dengan Lerengmuria.com melalui ponsel.
Berbuka puasa dengan penuh kemewahan belum tentu sesuai harapan. Tetapi buka puasa dengan segala bentuk kesederhanaan inilah yang lebih bermakna. Karena makna yang sebenarnya ada di dalam hati masing-masing manusia.
Wartawan:ek
Editor:amt




