Lereng muria – Pada hari Rabu (18/2/2026) yang lalu terjadi kehebohan di Desa Semirejo Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Jawa Tengah. Pasalnya, telah diketemukan jasad tanpa identitas berjenis kelamin laki-laki tua berambut putih mengambang di bawah Sungai Tambak Ngasem Dukuh Wonosemi Desa Semirejo Kecamatan Gembong. Setelah jenazah tidak beridentitas dibawa ke RSU Suwondo dan diumumkan ke masyarakat, ternyata laki-laki tua tersebut bernama Parmo (81 tahun) warga Dukuh Soko RT 3 RW 1 Desa Semirejo. Jarak rumah Parmo dengan tempat kejadian sekitar 2,3 km.
Ternyata ada berbagai fakta unik di balik meninggalnya Parmo
*1. Sering Meninggalkan Rumah*
Parmo merupakan seorang duda yang memiliki anak di Dukuh Soko bernama Sukarti. Seringkali Parmo meninggalkan rumah tanpa ijin dengan berjalan kaki. Jalanya pun sudah pelan-pelan selangkah demi selangkah (ketimik-ketimik, bahasa Jawa). Pada saat yang lain sudah kembali ke rumah lagi. Dan kejadian tersebut berulang kembali pada kesempatan yang lain. Maklum saja, Parmo sudah pikun karena faktor usia.
*2. Diantar Pulang oleh Petugas*
Parmo sering bepergian tanpa ijin anaknya. Karena usia sudah lanjut dan pikun maka sering tersesat dan tidak dapat pulang ke rumah, sehingga berkali-kali diantarkan pulang oleh orang lain. Berdasarkan penuturan tetangganya yang bernama Sutarsih, Parmo pernah pulang diantar oleh polisi, mobil ambulan, satpam sekolah dan tetangga yang menemuinya.
*3. Diumumkan ke Desa Tetangga*
Ketika ditemukan tanpa identitas di Sungai Tambak Ngasem, perangkat Desa Semirejo menjadi bingung. Ini warga dari mana dan namanya siapa, begitu kira-kira pemikirannya. Oleh karena itu diumumkan ke desa terdekat yang posisinya di atas Desa Semirejo yaitu Desa Wonosekar dan Desa Pohgading kecamatan yang sama, bahwa ada jenazah tanpa identitas yang hanyut terbawa arus dan menyangkut di Sungai Tambak Ngasem Semirejo. Siapa tahu, jenazah itu warga desa sebelah.
*4. Diduga Terseret Arus Sungai*
Pada hari Senin (16/2/2026) kondisi air sungai di Desa Semirejo cukup deras. Sumber air sungai tersebut berasal dari Waduk Seloromo Gembong dan berasal dari Pegunungan Muria yang melewati Desa Pohgading. Kondisi air meninggi dan arusnya deras. Dimungkinkan Parmo lewat sungai tersebut dan terseret arus dan tenggelam. Lokasi dimungkinkan terseretnya Parmo dinamakan Sungai Guyangan dan berjarak sekitar 100 meter dari lokasi ditemukannya jenazah Parmo.
*5. Diduga Terpeleset di Sungai Tambak Ngasem*
Dugaan lainnya, Parmo berjalan dari rumahnya ke arah barat dan melewati Makam Balai Kambang menelusuri saluran air menuju ke Tambak Ngasem. Dikarenakan Tambak Ngasem licin dan arusnya cukup deras maka Parmo terpelanting dan jatuh ke bawah. Akibatnya Parmo tenggelam dan meninggal di tempat. Tambak Ngasem pada musim seperti ini kondisi bebatuannya licin da berlumut. Hal ini karena jarang dilewati warga setempat kalau menuju ke sawah.
*6. Meninggalkan Rumah Tiga Hari*
Pada hari Senin (16/2/2026), Parmo meninggalkan rumah dan dianggap biasa oleh keluarganya. Tetapi hari Selasa tidak pulang bahkan sampai hari Rabu (18/2/2026) belum juga pulang. Ketika diumumkan penemuan jenazah tanpa identitas di Sungai Tambak Ngasem tersebut pihak keluarga belum menyadari kalau mayat tersebut adalah Parmo. Baru mengetahui setelah datang ke RSU Suwondo untuk memastikan keberadaan Parmo.
Begitulah kalau seseorang sudah tua dan pikun, mudah lupa keberadaan rumah dan tersesat diberbagai tempat. Beruntung saja masih ada yang berbaik hati untuk mengantarkan pulang. Sampai akhirnya dijemput oleh maut tenggelam di Sungai Tambak Ngasem Desa Semirejo Pati.




