Lereng Muria – Jaka Tarub adalah tokoh legendaris tanah Jawa yang menikahi bidadari dari kayangan yang bernama Dewi Nawang Wulan. Cerita ini sering dipentaskan diberbagai pertunjukan sandiwara kethoprak di Jawa. Tetapi kali ini, pertunjukan seni budaya yang memadukan musik modern, tata panggung tradisional dan cerita yang dikarang sedemikian rupa maka hadirlah Jaka Tarub Poligami.
Ini adalah cerita dalam kegiatan Ujian Praktik Seni Budaya dan Bahasa Jawa di Auditorium SMAN 3 Pati (11/2/2026). Auditorium disulap menjadi panggung kethoprak yang memakai layar/geber sungguhan. Jadi layar yang dipakai menyesuaikan situasi cerita. Layar berlukisan indah tersebut dapat berupa hutan, laut, taman, kraton, pedesaan dan lain sebagainya.
Pada hari itu diceritakan ada pemuda yang bernama Jaka Tarub anak Mbok Milah. Jaka Tarub sehari-hari bekerja sebagai pemburu binatang. Pada suatu malam, Jaka Tarub bermimpi ketemu bidari cantik dari kayangan. Tapi itu dianggap bunga tidur saja.
Jaka Tarub dijodohkan dengan Laras Wati putri dari Mbok Randu yang masih tetangganya sendiri. Laras Wati ini kategori bunga desa dan wanita yang mulia, ramah, sopan dan santun serta keibuaan.
Pada suatu hari, Jaka Tarub berburu hewan liar bersama teman-temannya di dalam hutan. Di sebuah telaga yang jernih airnya dijumpai para bidadari sedang mandi. Muncullah niat jahat dari Jaka Tarub untuk mencuri selendang salah satu bidadari tersebut.
Ketika bidadari sudah selesai mandi, mereka terbang lagi ke kayangan dan tertinggallah salah satunya yang tidak dapat terbang karena selendangnya hilang. Itulah Dewi Nawang Wulan yang kelak dinikahi Jaka Tarub. Dan Jaka Tarub memiliki dua istri atau berpoligami yaitu Laras Wati sebagai manusia biasa dan Dewi Nawang Wulan sebagai bidadari dari kayangan.
Dewi Nawang Wulan dibawa ke rumah Jaka Tarub tanpa sepengetahuan istri dan ibunya. Ketika Laras Wati mengetahui ada perempuan lain di rumahnya, dia marah terhadap Jaka Tarub. Karena merasa dikhianati. Dewi Nawang Wulan pun ikut marah juga karena sudah dibohongi oleh Jaka Tarub dan diketahui pencuri selendangnya adalah suaminya juga yaitu Jaka Tarub.
Laras Wati meninggalkan rumah bersama Mbok Milah (mertuanya) dan Dewi Nawang Wulan terbang kembali ke kayangan setelah menemukan selendangnya yang berwarna putih. Akhirnya Jaka Tarub hidup merana dan menyesali perbuatannya.
Cerita tersebut merupakan karangan atau carangan dengan mengubah alur dan akhir cerita. Dengan segala kreativitas yang ada menciptakan cerita Jaka Tarub nan berbeda dan unik. Cerita ini hanya rekaan semata dalam rangka untuk mengembangkan kemampuan seni budaya para siswa kelas XII yang sebentar lagi lulus dan bersiap untuk masuk perguruan tinggi.
Wartawan:ek
Editor:and




