Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

LESTARIKAN BUDAYA, GURU PATI MAIN KETHOPRAK

Foto kepala sekolah dan guru bermain sandiwara kethoprak Dwija Budaya
Foto kepala sekolah dan guru bermain sandiwara kethoprak Dwija Budaya

Lereng Muria – Dalam rangka malam resepsi tasyakuran Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Selasa tanggal 2 Mei 2023 di Halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati Jl. Sudirman Pati guru dan kepala sekolah bermain kethoprak. Guru dan kepala sekolah tersebut berasal dari SD dan SMP yang dilengkapi seniman dari Kabupaten Pati bermain sandiwara tradisional tersebut. Selain itu diperkuat oleh pegawai Disdikbud Pati yang memiliki jiwa seni.

Foto penampilan dagelan Ki Muncul (kiri) dan Sudargo alias Ki Sentet (kanan) menghibur penonton
Foto penampilan dagelan Ki Muncul (kiri) dan Sudargo alias Ki Sentet (kanan) menghibur penonton

Dalam kesempatan tersebut Kethoprak Dwija Budaya dipercaya untuk tampil pada malam tasyakuran dengan mengambil judul cerita “Sumilaking Pedut Ing Bumi Mataram” yang memakai latar belakang awal berdirinya Kraton Mataram Islam. “Guru dan kepala sekolah di sini memberi contoh kepada siswa bagaimana cara nguri-uri/melestarikan budaya bangsa dengan sebaik-baiknya,”tutur Winarto, S.Pd., M.Hum. selaku Kepala Disdikbud Kabupaten Pati. “Ini momen bagi guru untuk instropeksi diri tetang kekurangan dan meningkatkan kompetensi supaya menghasilkan siswa yang berprestasi,”tuturnya.

Foto sambutan Kepala Disdikbud Pati Winarto,S.Pd., M.Hum.
Foto sambutan Kepala Disdikbud Pati Winarto,S.Pd., M.Hum.

Kepala sekolah dan guru yang ikut berperan sebagai pemain kethoprak bermain penuh totalitas seperti pemain profesional. Mulai dari adegan pertama sampai terakhir tidak ada bedanya antara pemain amatir debgan pemain profesional. Walaupun dalam kegiatan sehari-hari bergelut dalam dunia pendidikan tetapi para pendidik tetap luwes memainkan peran masing-masing. Contohnya Fauzin Futiarso, S.T. Kabid Pembinaan SMP memerankan Panembahan Senopati, Dra. Istiana, M.Pd memerankan emban magersari, Ruqayah, M.Pd. sebagai permaisuri, Sudargo, M.Pd. sebagai repat atau dagelan, Amin Mustofa, S.Pd., M.Pd. sebagai Tumenggung Wiropati dan lain sebagainya. Pentas semakin meriah ketika bintang tamu Ki Muncul tampil bersama Sudargo atau Ki Sentet untuk mengocok perut penonton yang tampil memukau sebagai pelawak atau dagelan. Masing-masing peran dimainkan dengan ciamik oleh guru dan kepala sekolah ini. Acara berlangsung lancar sampai tengah malam. Inilah usaha dari para pendidik di Pati dalam rangka melestarikan kethoprak sebagai budaya bangsa.

Wartawan : Ek

Editor : Linn

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya