Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

MURID SMA NEGERI 3 PATI RAIH JUARA 2 LKTI TINGKAT NASIONAL 2025 DI SURABAYA

Murid SMAN 3 Pati peraih juara 2 LKTI tingkat nasional bersama Kepala Sekolah Yuli Sudargini (2 dari kiri) dan pembinanya Arrie Astuti (4 dari kiri)
Murid SMAN 3 Pati peraih juara 2 LKTI tingkat nasional bersama Kepala Sekolah Yuli Sudargini (2 dari kiri) dan pembinanya Arrie Astuti (4 dari kiri)

Lereng muria – Pati,Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMA Negeri 3 Pati di tingkat nasional. Dua murid sekolah tersebut pada tanggal 15 November 2025 yang lalu berhasil meraih Juara 2 Nasional dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) kategori IoT (Internet of Things) pada ajang bergengsi IONIC 2025 dengan tema “The Rise of Innovation: Code the Security, Connect the World, Create the Future” yang diselenggarakan oleh Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), politeknik terbaik di Asia Tenggara.

Ajang ini menjadi salah satu kompetisi paling ditunggu oleh murid SMA/SMK/MA sederajat dari seluruh Indonesia karena menitikberatkan pada inovasi teknologi dan kreativitas generasi muda.

Dua murid berprestasi tersebut, yaitu Farel Putra Firmansyah (Kelas XII-8) dan Rahma Nisa Nailil Jinan (Kelas XII-4), berhasil menarik perhatian dewan juri melalui karya ilmiah bertema pengembangan teknologi berbasis IoT yang berfungsi memberikan solusi nyata terhadap permasalahan di masyarakat. Dengan kemampuan riset yang terarah dan argumentasi ilmiah yang kuat, keduanya berhasil menunjukkan keunggulan komparatif dibanding peserta dari berbagai daerah lainnya.

Kepala SMA Negeri 3 Pati, Dr. Yuli Sudargini, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap torehan tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil dari kombinasi antara budaya riset yang telah tumbuh di lingkungan sekolah, dedikasi guru pembimbing, serta kerja keras dan kreativitas murid. “Kami sangat bangga dengan pencapaian Farel dan Rahma. Mereka tidak hanya membawa nama baik sekolah, tetapi juga menguatkan pesan bahwa generasi muda di Kabupaten Pati memiliki potensi besar dalam bidang penelitian dan teknologi. Kami berharap prestasi ini mampu menjadi motivasi bagi murid lainnya untuk terus berinovasi dan berkembang,” ujarnya.

Keberhasilan tim ini juga tidak dapat dipisahkan dari pendampingan intensif guru pembimbing, Arrie Astuti, S.Pd. Dalam prosesnya, pembimbing terlibat aktif mulai dari penelitian, perumusan masalah, analisis kebutuhan, penyusunan proposal ilmiah, penyempurnaan desain teknologi IoT, hingga latihan presentasi untuk menghadapi tahap final di PENS Surabaya. Pendampingan tersebut menjadi faktor penting yang meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas karya murid.

Ajang IONIC 2025 sendiri diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Penilaiannya mencakup keaslian ide, kedalaman analisis ilmiah, tingkat kemanfaatan teknologi IoT yang diusulkan, serta kemampuan peserta mempresentasikan karya mereka secara profesional.

Kompetisi ini bertujuan mencetak inovator muda sebagai bagian dari penguatan riset dan perkembangan teknologi nasional.

Prestasi yang diraih SMA Negeri 3 Pati ini sejalan dengan komitmen sekolah untuk membangun generasi cerdas, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan dukungan manajemen sekolah, guru-guru yang berkompeten, serta fasilitas pendukung kegiatan riset, SMA Negeri 3 Pati terus mendorong lahirnya karya-karya ilmiah unggulan dari murid.

Dengan keberhasilan ini, diharapkan SMA Negeri 3 Pati semakin dikenal sebagai sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif dalam mencetak inovator muda yang siap berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

Wartawan:ek

Editor:amt

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya