Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

NYAWER DAGELAN KETHOPRAK

Seorang penonton sedang nyawer dagelan Dodok yang ada di sekitar panggung kethoprak
Seorang penonton sedang nyawer dagelan Dodok yang ada di sekitar panggung kethoprak

Lereng Muria –             Di dalam pentas hiburan, tidak lepas dengan tradisi nyawer. Nyawer dapat diartikan memberikan sesuatu kepada seniman atau praktisi seni. Praktisi seni tersebut dapat berupa penyanyi/sinden, pelawak/dagelan, pemusik, pemeran di panggung dan lain sebagainya. Sesuatu yang diberikan berupa uang, makanan, minuman dan sebagainya.

Pada hari Minggu (17/5/2026) diadakan acara sedekah bumi di Desa Semirejo, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dalam kegiatan tersebut menghadirkan Kethoprak Siswo Budoyo dari Juwana. Ratusan masyarakat Desa Semirejo dan sekitarnya hadir untuk melihat pagelaran kethoprak yang kategori terkenal tersebut yang pada siang itu mengambil cerita Joko Tani.

Ketika tampil dagelan atau pelawak, hadirlah dua orang pengocok perut yaitu Klentheng dan Plontho. Menjelang berakhirnya penampilan dagelan, pelawak yang satunya lagi yaitu Dodok dari sebelah kiri panggung berjalan mendekati penonton sambil membawa plastik kresek warna hitam. Dengan menyanyikan beberapa lagu, Dodok menghampiri penonton di sekitar panggung.

Penonton pun memahami maksud dari dagelan ganteng tersebut. Penonton pun memasukkan uang kertas ke dalam plastik kresek hitam atau nyawer, bahkan beberapa penonton ada yang minta foto bersama. Ada pula yang mengabadikan dengan menggunakan ponselnya.

Tidak ketinggalan, Bapak Kepala Desa Semirejo Didik Sutriyanto, S.T. ikut nyawer dan berjoget sebentar bersama dagelan tersebut. Dagelan Dodok pun menyambut dengan riang dan ucapan terima kasih.

Beberapa lagu yang dibawakan oleh Dodok kategori terkenal dan banyak yang menyukainya yaitu Gala-Gala dan Jangan Dendam. Hingar bingar penonton terlihat pada waktu itu. Suasana riang gembira terlihat dengan jelas di raut wahah warga Desa Semirejo yang sedang merayakan sedekah bumi tersebut.

Adanya dagelan turun ke bawah panggung memang memberikan nuansa yang unik pada pagelaran kethoprak pada sore itu. Penonton pun ikut terhibur dengan kehadiran dagelan di dekat penonton, para seniman pun mendapatkan tambahan penghasilan dari hasil nyawer tersebut. Jadi saling menguntungkan.

Wartawan:ek

Editor:and

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya