Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

PENJUAL GEDEK BERSEPEDA

Penjual gedek bersepeda melewati Jalan Raya Purwodadi-Blora Kelurahan Punggursugih Kecamatan Ngawen Blora
Penjual gedek bersepeda melewati Jalan Raya Purwodadi-Blora Kelurahan Punggursugih Kecamatan Ngawen Blora

Lereng muria –            Pada hari Minggu pagi (28/12/2025) sekitar pukul 06.45 jalan raya Purwodadi-Blora Kabupaten Blora masih sepi. Kendaraan roda dua maupun roda empat yang lalu lalang masih beberapa.

Tepatnya di tikungan Kelurahan Punggursugih Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora, ada jalan nasional yang dulunya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Lewatlah seorang pria atau bapak setengah baya penjual gedek sambil menuntun sepeda. Sepeda tidak dinaiki karena jalanan agak naik dan harus bersaing dengan hembusan angin dari kendaraan di sebelah kanannya. Masyarakat menyebutnya dengan nama penjual gedek.

Gedek adalah anyaman bambu yang pada jaman dahulu digunakan untuk dinding rumah. Perkembangan jaman, gedek tidak untuk dinding rumah. Sekarang diganti dengan tembok, meskipun masih ada warga yang dindingnya terbuat dari gedek.

Penjual tersebut berjalan dari arah selatan (Desa Trembulrejo) menuju ke arah utara (Kelurahan Ngawen). Penjual gedek itu nantinya berhenti di sekitar Pasar Ngawen untuk menunggu pembeli.

Satu lember gedek berukuran 2 x 2 meter dibandrol antara Rp. 75.000 sampai Rp. 110.000. Tentu saja harus tawar menawar dengan penjualnya.

Pada jaman sekarang, gedek ini dapat digunakan untuk penutup kandang kambing, sapi, ayam ataupun kerbau. Dapat juga untuk penutup warung ataupun penyekat ruang di dalam rumah.

Nampaknya masyarakat modern juga masih membutuhkan dinding tradisional tersebut untuk berbagai kepentingan. Mengingat gedek lebih murah, praktis dan mudah untuk dibongkar pasang serta tahan lama walaupun tidak tahan api.

 

Wartawan:ek

Editor: amt

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya