Lereng Muria – Sedekah bumi atau merti bumi adalah kegiatan rutin yang digelar pada bulan Apit (penanggalan Jawa) dalam rangka wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rejeki, kesehatan dan keselamatan yang diberikan. Karena diselenggarakan pada bulan Apit maka ada yang menyebut Sedekah Bumi Apitan
Pada bulan Apit ini jarang sekali dijumpai masyarakat Jawa melakukan hajatan tetapi menyelenggarakan sedekah bumi. Dan kebiasaan masyarakat, di kala mengadakan sedekah bumi pasti mengadakan hiburan tradisional seperti kethoprak, wayang kulit, tayub, barongan dan lain sebagainya. Meskipun ada yang dimeriahkan musik modern seperti dangdut, campur sari dan sejenisnya.
Di Pantura Timur Jawa Tengah dan sekitarnya masyarakat cenderung memilih kesenian tradisional kethoprak. Hal itu sudah menjadi kebiasaan, meskipun ada yang dimeriahkan kesenian yang lain. Tentu saja ditentukan oleh kondisi perokonomian warga pada saat itu. Pemilihan kesenian kethoprak dikarenakan lebih meriah dan menghibur walaupun biayanya relatif lebih lebih tinggi.
Dalam tradisi Sedekah Bumi Apitan ini terlihat jelas bahwa kegiatan tersebut dapat menghidupi dan mempertahankan keberadaan kesenian tradisional. Para senimannya memperoleh job untuk manggung dan tentu saja mampu menghidupi keluarga. Dari kemampuan berakting di panggung kethoprak inilah para praktisinya dapat mengais rejeki. Bahkan selama bulan Apit ini seniman kethoprak tidak pulang ke rumah tetapi berkeliling dari desa ke desa sesuai jadwal pentas.
Begitu gandrungnya masyarakat terhadap seni kethoprak, hampir setiap hari ada pentas. Pentas yang paling ramai ketika akhir pekan. Para penggemar kethoprak dapat memilih grub kesayangannya.
Berdasarkan informasi dari grub WA #nguriungribudaya#, pada hari Jumat (24/4/2026) yang lalu ada sekitar 11 grub kethoprak yang pentas di Kabupaten Pati, 9 grub di Kabupaten Rembang, 8 grub di Kabupaten Blora dan 4 grub di Kabupaten Demak.
Sedangkan pada hari Sabtu (25/4/2026) ada 15 grub kethoprak yang manggung di Kabupaten Pati, 1 grub di Kabupaten Rembang, 3 grub di Kabupaten Blora, 2 grub di Kabupaten Kudus, 1 grub di Kabupaten Grobogan dan 3 grub di Kabupaten Demak.
Dengan adanya sedekah bumi ini seni tradisional dapat terjaga kelestariaannya dan keberadaannya juga diakui oleh masyarakat. Dapat dimaknai pula bahwa sedekah bumi mampu menghidupi kesenian tradisional.
Wartawan;ek
Editor:and




