Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

SEMBOYAN PENDEKAR PENCAK SILAT PATI, RUKUN DAMAI ITU HARGA MATI

Foto bersama perwakilan perguruan dengan Ketua IPSI Pengkab Pati Tris Irawan
Foto bersama perwakilan perguruan dengan Ketua IPSI Pengkab Pati Tris Irawan

Lereng Muria – Untuk menanggulangi berbagai macam berita hoax atau berita bohong yang beredar di media sosial selama ini tentang stigma negatif tentang dunia pencak silat dan bersifat adu domba, maka Pengurus IPSI Pengkab Pati melakukan berbagai langkah preventif atau pencegahan terhadap efek dari berita yang berkembang. Salah satunya adalah dalam bentuk silaturahmi yang dibungkus Sosialisasi Peraturan Pertandingan Pencak Silat 2022 di Auditorium SMAN 3 Pati hari Minggu 12 Februari 2023.

Foto perwakilan  sedang melakukan pembukaan  ciri khas perguruan
Foto perwakilan sedang melakukan pembukaan ciri khas perguruan

Ada 70 pendekar yang mewakili 11 organisasi atau perguruan pencak silat yang ada dibawah naungan IPSI Pengkab Pati mengikuti kegiatan tersebut. Tujuh puluh utusan tersebut terdiri 40 wasit juri dan 30 pelatih. Dihadiri oleh Ketua IPSI Pengkab Pati Tris Irawan dan jajaran pengurus serta tamu undangan. Tahapan acara meliputi pembukaan, foto bersama, pembukaan ciri khas perguruan masing-masing, sosialisasi peraturan pencak silat 2022, diskusi kasus, penutup. Perguruan pencak silat yang mengikuti sosialisasi dan silaturahmi meliputi SH Terate,Cempaka Putih,Kembang Setaman,IKS PI Kera Sakti, Pagar Nusa, Tapak Suci, Persinas ASAD,Rasa Tunggal,Pagar Bumi, Gubug Remaja dan Merpati Putih. “Selama ini di medsos berkembang berita adu domba, pembunuhan karakter, memfitnah, SARA dari perguruan pencak silat satu ke yang lain. Bahkan masalah pribadi disangkut pautkan dengan masalah perguruan. Akhirnya menimbulkan kakacauan dan rawan terhadap gangguan kamtibmas. Ini merupakan usaha antisipasi dari pengurus IPSI supaya kehidupan dunia pencak silat di Pati aman,tetram,rukun damai,guyub dan saling memahami serta harmonis,”tutur Tris Irawan sebagai Ketua IPSI Pengkab Pati. “Kita Pendekar Pencak Silat Pati mendukung upaya dari IPSI Pengkab Pati dalam rangka menjaga kondusifitas Kabupaten Pati. Semboyan kami, hidup aman, rukun dan damai itu harga mati. Sebuah keniscayaan, suatu hak sekaligus kewajiban dan tidak dapat diganggu gugat. Hidup tentram dan bermanfaat bagi orang lain merupakan kebahagiaan kami. Sebagai insan pencak silat kita tegakkan akhlakul karimah dan ikut serta memayu hayuning bawono, “jelas Mohammad Sodikin salah satu tokoh pencak silat Kabupaten Pati. ” Kita ciptakan komunikasi yang positif, saling memahami. Insyaallaah nanti kita hidup rukun, damai,aman dan selaras antar perguruan pencak silat,”tuturnya diakhir wawancara.

Wartawan : Ek

Editor : Lin

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya