Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

SENYAP KARENA TIRAKAT

Ilustrasi wajah Pak Wahid (Foto: SoundCloud)
Ilustrasi wajah Pak Wahid (Foto: SoundCloud)

Lereng muria –           Pada tanggal 8 Januari 2026 yang lalu Pak Wahid bertambah usianya menjadi 53 tahun. Bahasa gaulnya, Pak Wahid ulang tahun. Di ijazah dan akte kelahirannya tertulis tanggal 8 Januari 1973. Walaupun tanggal tersebut tidak sepenuhnya benar tetapi tetap dianggap hari yang sakral lahirnya seorang anak manusia.

Pada hari itu Kamis (8/1/2026), tidak ada acara khusus untuk merayakan atau sejenisnya dari keluarga tersebut. Hanya ucapan selamat ulang tahun dan berbagai macam doa harapan dari istri tercinta, Bu Wahid Cantik. Bapak yang beranak 3 tersebut menghadapinya dengan senyum kecil dan ucapan terima kasih.

Pada tahun sebelumnya pada waktu ulang tahun, minimal diadakan doa bersama dan merayakan dengan sederhana. Tidak ada hadiah ataupun tiupan lilin. Semua disyukuri apa adanya dan adanya apa. Hal ini karena Pak Wahid kategori pribadi yang sederhana dan tidak melebih-lebihkan. Yaa karena memang tidak pantas untuk dilebih-lebihkan.

Kuliner swike bebek pun sebagai makanan favorit Pak Wahid tidak terhidang di meja. Sambal trasi nan lezat buatan Bu Wahid Cantik juga tidak terhidangkan.

Semua terasa senyap dan sepi. Semua nafsu makan yang lezat dan minuman nan menyegarkan ditahan dahulu. Hal ini dilakukan dalam rangka menghargai kedua anaknya yang akan mengikuti pertandingan pencak silat di Kabupaten Semarang pada tanggal 16-18 Januari 2026 mendatang.

Anak kembar dari Pak Wahid adalah atlet pencak silat Kabupaten Pati. Walaupun kemampuannya biasa-biasa saja tetapi memiliki semangat dan tekad yang luar biasa. Sehingga hasil capaiannya juga luar biasa.

Pada hari itu kedua anaknya yang nomor 2 dan 3 berusaha untuk menurunkan berat badan yang ideal pada kelasnya. Berbagai usaha sudah dilakukan mulai dari jogging, skiping, puasa, diet karbo dan lain sebagainya. Dapat dikarenakan suasana keluarga dalam kondisi tirakat (menahan diri). Dengan harapan pada waktu pertandingan nanti berat badannya sesuai harapan dan prestasinya juga maksimal.

Dan akhirnya semua dibuat senyap tanpa kegiatan yang mengganggu konsentrasi dan persiapan kedua anaknya karena masih tirakat menghadapi pertandingan pencak silat.

Ditunda makan swike bebeknya yaa, menunggu setelah selesai pertandingan yaa. Sukses untuk putra-putra Pak Wahid (Langit dan Angkasa), semoga juara 1 yaa Kak.

 

Wartawan:ek

Editor:amt

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya