Logo Lerang Muria Baru 500px Hitam

OPEN HOUSE LEBARAN KAK AIRA

Kak Aira (nomor 1 dari kiri) beserta keluarga di Hari Raya Idul Fitri 1447 H: siap open house
Kak Aira (nomor 1 dari kiri) beserta keluarga di Hari Raya Idul Fitri 1447 H: siap open house

Lereng Muria –          Ini adalah tradisi di Hari Raya Idul Fitri setelah melaksanakan sholat Idul Fitri, yaitu _open house_ lebaran. Open house lebaran adalah tradisi menerima junjungan tamu (keluarga, teman, tetangga) secara informal selama Hari Raya Idul Fitri. Kak Aira Fatkhuriza (17 tahun) remaja yang berdomisili di Kabupaten Pati menceritakan pengalamannya selama mengikuti kegiatan _open house_ lebaran 1447 H di lingkungannya. Mari kita simak bersama ya.

Pada Hari Pertama, saya dan keluarga melakukan sholat eid di Masjid Miftahul Huda, Desa Pelemgede, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati. Setelah melakukan sholat Eid (Idul Fitri) disusul dengan khotbah yang disampaikan oleh Pak Rusdi selaku Imamuddin yang bertemakan berbakti kepada orang tua. Isi dari khutbah tersebut adalah hormatilah dan hargailah orang tuamu selagi masih hidup di dunia. Doakanlah selalu orang tuamu yang sudah meninggal dunia, karena sesungguhnya yang dapat dinikmatinya adalah doa dari anak-anaknya.

Setelah melakukan sholat Eid, kami bersalaman dengan seluruh hadirin yang melaksanakan sholat Eid. Lalu, saya dan keluarga saya berangkat menuju rumah nenek dan kakek dari ibu, nenek dari bapak, dan ziarah di makam kakek dari bapak.

Selesai silaturahim dengan sesepuh, saya dan keluarga melanjutkan dengan sanak saudara yang lebih muda. Dikarenakan lebaran di daerah saya biasanya dilakukan pada hari kedua lebaran, maka pada hari pertama kami mengunjungi saudara yang berada di tetangga desa, seperti Bulek di Desa Soko, Pakdhe di desa Puluhan, dan sanak saudara yang berbeda dukuh.

Setelah selesai bersilaturahim, kami disibukkan dengan kegiatan di rumah. Dikarenakan hari kedua kami _open house_, maka kami menbantu Ibuk menghidangkan makanan, seperti bakso dan opor ketupat.

Pada hari kedua lebaran, kami mulai bersilaturahim dengan para tetangga, dimulai dari sekitar rumah, hingga berbeda RT, RW dan dukuh. Setelah semuanya selesai kami kunjungi, kami melakukan _open house_ dan sanak saudara ataupun tetangga datang ke rumah untuk menikmati hidangan.

Pada hari ketiga, saya dan keluarga melaksanakan kumpul keluarga dari ibuk, sekedar untuk makan-makan dan saling berbagi cerita.

Pada hari keempat, teman-teman orang tua saya dari Kudus dan Demak datang ke rumah untuk melakukan silaturahim. Dan pada hari kelima, teman-teman orang tua saya dari perantauan di Papua, tepatnya teman-teman dari Yogyakarta, datang ke rumah untuk melakukan silaturahim.

 

Kontributor: Kak Aira F berdomisili di Pati

Kontributor: Kak Aira F berdomisili di Pati

Editor:and

Spesial Produk Kopi

Berita Lainnya